**Borneonews - Manado**, Direktur Urusan Agama Katolik Kementerian Agama Republik Indonesia, Dr. Aloma Sarumaha, menyatakan bahwa peran penyuluh agama sangat krusial sebagai pendorong moral dan fasilitator di dalam gereja. Menurutnya, peningkatan kompetensi penyuluh agama Katolik yang berada di Sulawesi Utara memainkan peran penting dalam membentuk moral generasi muda, terutama di tengah tantangan globalisasi yang kian membebani.
Saat memberikan arahan kepada para Penyuluh Agama Katolik di Manado, Dr. Aloma menjelaskan kompleksitas tantangan global yang dihadapi saat ini. Berbagai faktor seperti kemajuan teknologi, urbanisasi, dan perubahan iklim menjadi beberapa isu yang harus diantisipasi. Dalam konteks ini, penyuluh agama Katolik diharapkan dapat berfungsi sebagai fasilitator untuk menjaga moralitas masyarakat dan menciptakan kerukunan hidup di tengah disrupsi sosial serta ekonomi yang sedang terjadi.
Dr. Aloma menekankan bahwa penyuluh agama harus mampu menjadi penggerak yang memprioritaskan nilai-nilai agama sebagai landasan dalam pembangunan masyarakat. Kegiatan peningkatan kualitas ini juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan gereja dalam upaya menegakkan *bonum commune*, yang merupakan kebaikan bersama dalam masyarakat.
Kolaborasi yang dijalin antara pemerintah dan gereja berperan penting dalam menciptakan harmoni sosial. Data dan informasi berfungsi sebagai alat untuk meningkatkan kerukunan dan keharmonisan antarmasyarakat. Dr. Aloma menambahkan, kerja sama, kolaborasi, dan transparansi akan terus menjadi instrumen positif dalam mencapai tujuan bersama yang diharapkan.
Salah satu penyuluh agama Katolik dari Kota Manado, Richard Lumi, mengungkapkan bahwa materi yang disampaikan selama kegiatan tersebut sangat relevan dan signifikan dalam memperkuat peran penyuluh sebagai penggerak dan fasilitator di lingkungan gereja. Ia mengingatkan pentingnya menjadi jembatan yang kuat dan fleksibel dalam mendampingi jemaat agar nilai-nilai agama tetap hidup dan berkembang, meskipun berbagai perubahan zaman terjadi.
Pembimbing Masyarakat Katolik Kementerian Agama Sulawesi Utara, Joula Makarawung, memberikan arahan dan penguatan kepada para penyuluh agama Katolik. Dalam kesempatan itu, ia juga mengucapkan terima kasih kepada Dr. Aloma, narasumber, peserta kegiatan, serta panitia yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara tersebut.
Para peserta mendapatkan pembinaan mengenai peran penyuluh sebagai fasilitator gereja, dengan fokus pada pengembangan kompetensi dalam bidang pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Mereka juga diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman serta berdiskusi mengenai tantangan yang mereka hadapi ??? dengan solusi yang dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kompetensi penyuluh agama Katolik di Sulawesi Utara dapat dilakukan dengan lebih baik, sehingga mereka dapat menjalankan tugas mereka secara lebih efektif. Dengan penguatan kompetensi yang diraih, para penyuluh diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan global dan tetap menjadi pilar yang tangguh dalam memelihara nilai-nilai agama serta moralitas di tengah masyarakat yang semakin kompleks.
ANTARA
Peran Penyuluh Agama Katolik dalam Membangun Moral Generasi Muda
Bagikan:

MANADO –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Karhutla di Belakang SMKN 3 Kuala Kapuas Merembet ke Bangunan Warga
Tokoh Lintas Agama Ingatkan Pentingnya Huma Betang dan Kerukunan di Kalteng
Kabinda Kalteng Ajak Tokoh Agama Edukasi Masyarakat Bijak Bermedia Sosial
Hari Santri Nasional Momentum Perkuat Komitmen Cetak Generasi Emas
Polda Kalteng Lakukan Penanaman Pohon di Bekas Lokasi Karhutla, Wujudkan Green Policing
Kebakaran di Sungai Andai Banjarmasin, Dua Rumah Terdampak
Komentar (0)
Memuat komentar…







