BANGKA BELITUNG –
**Borneonews - Tanjungpandan**, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Belitung, yang terletak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, telah mengklasifikasikan tingkat kerawanan yang mungkin terjadi dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 sebagai kategori sedang. Penilaian ini didasarkan pada hasil dari Indeks Kerawanan Pemilihan (IKP) yang dirilis untuk tahun ini. Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Belitung, Yerri Larona, menyampaikan bahwa hasil analisis tersebut diperoleh pada hari Senin di Tanjungpandan. Yerri mengungkapkan bahwa Bawaslu Belitung baru saja meluncurkan IKP 2024, di mana kerawanan yang teridentifikasi di Belitung masuk dalam kategori sedang. Ia menjelaskan bahwa skor keseluruhan IKP untuk Kabupaten Belitung mencapai 15,78, yang menandakan bahwa daerah ini memiliki tingkat kerawanan yang sedang. Penilaian tersebut didasarkan pada empat indikator yang mencakup dimensi konteks sosial dan politik, penyelenggaraan pemilu, peserta pemilu, serta partisipasi masyarakat. Dalam menyoroti faktor-faktor yang menjadi titik perhatian, Yerri menegaskan adanya tiga tahap kritis yang berpotensi mengalami kerawanan. Ketiga fase tersebut adalah masa pencalonan, masa kampanye, dan proses penghitungan suara. Lebih lanjut, pada fase pencalonan Pilkada 2024, Bawaslu Belitung telah menerima beberapa permohonan pencalonan yang tidak dapat diajukan. Hal ini terjadi karena pemohon tidak memenuhi syarat baik secara formal maupun material. Yerri juga mengingatkan bahwa pada Pemilu 2024 sebelumnya, terdapat kejadian Pemungutan Suara Ulang (PSU) di dua lokasi tempat pemungutan suara. Menurutnya, IKP menjadi referensi penting dalam upaya mitigasi dan pencegahan potensi kerawanan yang bisa terjadi selama Pilkada, meskipun masih ada kemungkinan terjadinya masalah lain yang tidak terduga. Dia menegaskan pentingnya skor IKP yang rendah tidak seharusnya membuat para pengawas pemilu menjadi lemah dalam menjalankan tugas mereka. Sebaliknya, meskipun ada skor yang tinggi, hal tersebut tidak boleh menjadi alasan bagi para pengawas untuk merasa takut dalam menjalankan pengawasan terhadap setiap tahap Pilkada 2024. ANTARA