JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) melaporkan bahwa antara tahun 2021 hingga 2024, telah berhasil memfasilitasi 642 wirausaha serta *startup* dalam upaya mendapatkan akses terhadap pembiayaan. Total dana yang berhasil dicairkan mencapai Rp195,1 miliar. Siti Azizah, Deputi Bidang Kewirausahaan Kemenkop UKM, menjelaskan dalam sebuah konferensi pers di Jakarta bahwa sumber pembiayaan ini berasal dari lembaga non-perbankan, seperti modal ventura, *angel investor*, dan *security crowdfunding*. “Tujuan kami adalah menciptakan wirausaha yang terencana (by design), bukan yang muncul secara kebetulan (by accident),” ungkapnya. Siti menambahkan, Kemenkop UKM telah menjalin kerjasama dengan sekitar 50 lembaga modal ventura, *angel investor*, dan *security crowdfunding*, yang bertujuan untuk memberikan akses alternatif bagi wirausaha dan *startup*, di luar jalur perbankan. Kolaborasi dengan lembaga non-perbankan ini dinyatakan telah memberikan solusi bagi wirausaha yang selama ini mengalami kesulitan dalam mengakses modal, terutama yang berkaitan dengan syarat kolateral yang diterapkan oleh bank. “Para pemodal ventura tidak mengenakan bunga, melainkan menerapkan skema bagi hasil,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa pemodal ventura akan memberikan pendampingan pada tahap awal selama 2 hingga 3 tahun. Setelah usaha tersebut stabil dan sehat, mereka akan keluar dari investasi tersebut. Selain itu, Kemenkop UKM juga telah mendukung 555 *startup* untuk mengikuti program inkubasi yang meliputi berbagai tahapan seperti *bootcamp*, *coaching clinic*, dan *business matching* yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas usaha mereka. Lebih jauh, sebanyak 8.300 wirausaha telah diberikan bantuan dalam pengembangan kapasitas usaha melalui konsultasi bisnis dan pendampingan terstruktur, sesuai dengan kebutuhan mereka, melalui program Entrepreneur Development (Entredev). Kemenkop UKM mencatat peningkatan jumlah wirausaha di Indonesia dari 3,21 persen pada tahun 2019 menjadi 3,35 persen pada akhir masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Siti menegaskan bahwa untuk menggapai status sebagai negara maju, tingkat kewirausahaan perlu ditingkatkan menjadi minimal 4 persen. ANTARA