BORNEONEWS, Buntok - Bidang Peternakan, Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Barito Selatan, mulai melakukan pemantaun terhadap  hewan kurban Hari Idul Adha 1437 H di wilayahnya.

Kepala Bidang Peternakan Distanbun Barito Selatan Hevijanto kepada Borneonews, mengatakan, pihaknya telah membentuk tim khusus terpadu yang disebarkan di wilayah Barito Selatan untuk memantau dan memeriksa setiap hewan ternak yang di ketahui bisa di jadikan sebagai hewan kurban.

"Jenis hewan ternak yang menjadi sasaran pantauan kami, seperti sapi, kerbau dan kambing. Kerena jenis hewan tersebut yang kami ketahui termasuk golongan yang bisa dijadikan sebagai hewan kurban," kata dia, di ruang kerjanya, Selasa (30/8/2016). 

Hevijanto menerangkan, kesiagaan pihak untuk melakukan pemantauan dan pemeriksaan terhadap hewan dimaksud, agar di kemudian hari tidak terjadi kesalahan. Apalagi menjadikan hewan kurban yang membawa dampak penyakit bagi warga yang mengkonsumsinya.

"Kita tidak ingin, sampai terjadi kesalahan akibat kelalaian dalam pemeriksaan untuk memastikan  hewan yang akan di sembelih itu benar benar sehat dan mencukupi syarat sebagai hewan kurban," tegasnya.

Menanggapi rencana ada 20 ekor sapi yang didatangkan dari Banjarmasin oleh PHBI Barsel untuk di jadikan hewan kurban, pihaknya justru akan lebih ketat untuk melakukan  memeriksanya.

"Kalau nantinya dari 20 ekor sapi tersebut ada yang tidak mencukupi syarat atau kami temui berpenyakit. Maka pasti akan kami tolak untuk memberikan registarnya. Apalagi hewan tersebut bukan dari daerah Barsel ini," demikian Kabid Peternakan. (LAILY MANSYUR/m)