**Borneonews - Banda Aceh**, realisasi Dana Desa di Aceh pada tahun 2024 telah mencapai angka yang signifikan, yaitu Rp4,57 triliun. Dana ini telah digunakan dalam berbagai program yang bertujuan untuk memberdayakan ekonomi masyarakat dan meningkatkan ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Aceh, T Aznal Zahri, menjelaskan bahwa angka tersebut mencakup pencairan Dana Desa reguler serta tambahan atau insentif yang diberikan oleh Kementerian Keuangan kepada desa-desa yang memenuhi kriteria tertentu. Saat ini, capaian realisasi Dana Desa, baik yang bersifat *earmark* maupun *non-earmark*, telah mencapai 92,26 persen dari total alokasi yang ada.
Selanjutnya, Aznal memberikan rincian mengenai penyaluran yang telah dilakukan. Penyaluran dalam bentuk *earmark* diartikan sebagai dana yang penggunaannya telah ditentukan, sedangkan *non-earmark* merupakan dana yang penggunaan dananya tidak ditetapkan secara spesifik. Pada 23 kabupaten/kota di Aceh, mayoritas pencairan Dana Desa telah mencapai lebih dari 90 persen, dengan beberapa kabupaten bahkan melampaui angka tersebut, seperti Aceh Barat yang mencatat 98,27 persen, hanya tersisa 12 desa yang belum cair baik untuk tahap dua maupun kategori lainnya.
Untuk mempercepat pencairan Dana Desa tahap kedua, pemerintah desa diharapkan segera melaksanakan realisasi dan mempersiapkan semua dokumen yang diperlukan untuk penyaluran. Hal ini juga penting sebagai bagian dari pengajuan insentif desa. Aznal menekankan pentingnya melakukan perubahan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG) sesuai dengan regulasi yang berlaku, serta memadai dalam melakukan pencatatan pendapatan dan belanja yang berkaitan dengan Dana Desa agar penatausahaan, pertanggungjawaban, dan pelaporannya dapat berjalan dengan baik.
DPMG juga mencatat bahwa penyaluran *earmark* untuk tahap satu mencapai Rp1,35 triliun yang disalurkan kepada 6.494 desa, sedangkan untuk tahap dua mencapai Rp810,8 miliar untuk 5.864 desa. Untuk *non-earmark*, penyaluran tahap satu mencapai Rp1,05 triliun dan Rp1,34 triliun untuk tahap dua yang berlangsung di 5.863 desa. Selain itu, terdapat realisasi dana tambahan sebesar Rp7,9 miliar yang disalurkan untuk 66 desa.
Saat ini, masih tersisa 633 desa untuk penyaluran *earmark* tahap dua dan 634 desa untuk *non-earmark* tahap dua, yang kini sedang dalam proses penyaluran kepada masyarakat. Namun, perlu dicatat bahwa terdapat tiga desa yang belum menerima Dana Desa tahap satu. Salah satunya adalah Desa Rantau Pauh di Aceh Tamiang, yang masih dalam pemeriksaan Inspektorat terkait dugaan penyelewengan Dana Desa 2023. Dua desa lainnya adalah Desa Kambuek Payapi dan Desa Kramat Dalam di Pidie, yang mengalami kendala karena belum adanya kesepakatan di tingkat aparatur gampong, sehingga tidak terjadinya penetapan APBG.
ANTARA
Realisasi Dana Desa Aceh Capai Rp4,57 Triliun di 2024
Bagikan:

BANDA ACEH –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Dana Rp240 Miliar Disalurkan untuk Tangani Karhutla di Kalbar
Indeks Kualitas Udara Palangka Raya Capai 1.506, Masuk Kategori Berbahaya
Penyelundupan 65 Cartridge Diduga Etomidate di Rutan Salemba Digagalkan
NU Kalteng Ingatkan Penyampaian Aspirasi Harus Santun dan Jaga Persatuan
LDII Kalteng Tekankan Gotong Royong untuk Penanganan Karhutla
Agustiar Sabran Ajak Tokoh Lintas Agama Perkuat Persatuan Hadapi Karhutla
Komentar (0)
Memuat komentar…







