JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Saifullah Yusuf diperkirakan akan tetap menjabat sebagai Menteri Sosial dalam pemerintahan Presiden terpilih Prabowo Subianto. Yusuf menyatakan bahwa Prabowo ingin memastikan semua program di Kementerian Sosial tepat sasaran, sehingga konsolidasi data sangat penting untuk dilakukan. Setelah pertemuan tertutup di kediaman Prabowo di Kertanegara IV, Jakarta, pada hari Senin, Yusuf mengatakan meskipun tidak secara eksplisit menyebutkan posisi yang akan dipegangnya, informasi mengenai kemungkinan tersebut telah ramai dibicarakan di media. Dalam pertemuan tersebut, Prabowo juga menanyakan tentang kesiapan Yusuf untuk bergabung dalam Kabinet mendatang. Sebagai Sekretaris Jenderal Nahdlatul Ulama, Yusuf menunjukkan komitmennya untuk mendukung segala kebutuhan Prabowo. "Saya siap. Kami menghormati, menghargai, dan mendukung apapun yang diperlukan oleh Bapak Prabowo," ungkapnya, menegaskan kesiapan untuk menjadi bagian dari pemerintahan Prabowo. Yusuf baru saja dilantik sebagai Menteri Sosial oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebulan yang lalu, menggantikan Tri Rismaharini yang saat ini tengah berkampanye dalam pemilihan daerah. Selain Yusuf, beberapa menteri lainnya juga dipanggil ke kediaman Prabowo pada hari yang sama, termasuk Menteri Agraria dan Tata Ruang, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, serta Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. Kehadiran para menteri dari kabinet Jokowi, seperti Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, serta pejabat pemerintah lainnya seperti Raja Juli Antoni dan Pratikno, menandakan bahasan mendalam mengenai persiapan kabinet mendatang. Berbagai politisi dan profesional lainnya juga terlihat bertemu dengan Prabowo, di antaranya Prasetyo Hadi, Sugiono, dan Fadli Zon. Abdul Mu'ti, yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Muhammadiyah, secara khusus diminta oleh Prabowo untuk menjadi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. ANTARA