BANDAR LAMPUNG –
**Borneonews - Bandarlampung**, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung, Nurizky Permanajati, mengungkapkan bahwa aplikasi yang dikenal dengan nama *Tali Kencana* telah diluncurkan untuk mendata pasangan usia subur yang belum mendapatkan layanan program keluarga berencana (KB). Aplikasi ini dirancang khusus dengan tujuan untuk mencatat pasangan yang selama ini belum terlayani oleh program KB. Nurizky Permanajati menegaskan, "Tali Kencana ini merupakan alat penting untuk mengidentifikasi kebutuhan yang belum terpenuhi terkait program KB di Provinsi Lampung." Aplikasi ini hadir sebagai respons terhadap tantangan terkait *unmet need* atau kebutuhan yang belum terpenuhi dalam layanan KB di wilayah tersebut. Selain itu, aplikasi ini juga akan berfungsi sebagai alat untuk memantau aktivitas tim lapangan dan mitra kerja di masing-masing kabupaten dan kota, guna menjangkau akseptor yang belum terdaftar dalam Sistem Informasi Gabungan BKKBN (SIGA BKKBN). Dijelaskan lebih lanjut, aplikasi ini tidak hanya bertujuan untuk mendata, tetapi juga untuk mengatasi disparitas antara angka prevalensi penggunaan kontrasepsi dan *unmet need* yang ada. Nurizky berharap aplikasi ini dapat menjadi sektor pendukung yang signifikan bagi program pemerintah dalam upaya menurunkan angka *unmet need* di Provinsi Lampung. Ia menekankan bahwa upaya penurunan angka *unmet need* seharusnya dilakukan dengan tepat sasaran. Hal ini mengharuskan pengumpulan data yang akurat dengan informasi nama dan alamat yang jelas. Nurizky menambahkan, "Dengan pendekatan ini, kita berharap dapat menjangkau sasaran dengan cara yang lebih efektif dan efisien. Calon akseptor yang ingin berpartisipasi dalam program KB bisa mendapatkan pelayanan yang tepat.” Dalam pelaksanaan aplikasi *Tali Kencana*, terdapat tiga jenis pengguna yang terlibat. Pertama adalah akseptor yang menjadi pengguna akhir, kedua adalah pimpinan BKKBN perwakilan provinsi yang berfungsi sebagai evaluator, dan ketiga adalah petugas lapangan yang bertindak sebagai pelapor. Nurizky melanjutkan, "Kami akan melakukan sosialisasi terkait manfaat aplikasi ini di beberapa lokasi strategis, agar seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Lampung dapat memanfaatkan *Tali Kencana*." Lebih lanjut, aplikasi ini memungkinkan intervensi yang lebih langsung oleh petugas lapangan, daripada bergantung semata-mata pada hasil survei acak. Dengan adanya pengendalian data ini, diharapkan dapat menjadi acuan untuk merancang program-program yang lebih efektif dan tepat sasaran. Ini sejalan dengan misi pertama, yaitu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia, sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. ANTARA