SAMARINDA –
**Borneonews - Samarinda**, Penjabat Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, tengah mendorong pelaksanaan regulasi yang mengharuskan siswa di tingkat SMA/SMK untuk melakukan kunjungan ke perpustakaan minimal satu kali dalam sebulan. Selama kunjungan tersebut, mereka juga diwajibkan untuk menulis sebuah artikel singkat menjelaskan pengalaman mereka. Dalam sebuah acara bertajuk Gebyar Anugerah Literasi yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalimantan Timur, Akmal Malik menekankan pentingnya langkah ini. "Kami akan melakukan *review* terhadap regulasi daerah yang mengatur kewajiban berkunjung ke perpustakaan. Hal ini penting karena salah satu parameternya adalah kunjungan yang dilakukan ke perpustakaan," ungkapnya. Ia juga menerangkan bahwa Kalimantan Timur telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2015 yang mengatur tentang penyelenggaraan perpustakaan. Namun, masih diperlukan penyesuaian dalam hal implementasi hak dan sanksi terkait kunjungan ke perpustakaan. Akmal Malik menggarisbawahi bahwa pendidikan yang terstruktur sangat penting dalam membentuk kebiasaan membaca siswa. Ia memberikan contoh dari pengalaman pribadinya di mana orang tuanya telah menanamkan budaya membaca dengan disiplin yang ketat sejak usia dini. Lebih lanjut, ia juga mendorong pelajar untuk aktif menulis opini di media. Ia merasa kurangnya tulisan opini dari kalangan siswa merupakan sebuah kekurangan yang patut mendapat perhatian. "Saya jarang menemukan opini dari pelajar di media. Jadi saya bertanya, apakah mereka tidak mampu menulis opini?" kata Akmal Malik. Di samping itu, ia mencermati potensi yang dimiliki Kalimantan Timur, mengungkapkan bahwa daerah tersebut memiliki semua sumber daya yang diperlukan untuk berkembang. "Sebenarnya, Kalimantan Timur tidak kekurangan apa-apa. Sumber daya alam dan kondisi ekonomi cukup baik. Lantas, apa yang kurang? Hanya usaha dan minat saja yang perlu ditingkatkan," tegasnya. Akmal Malik juga mengharapkan adanya kerjasama antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk meningkatkan literasi siswa, termasuk pengetahuan tentang lingkungan sekitar. "Apakah anak-anak kita masih mengetahui tentang pohon-pohon endemik di Kalimantan Timur? Apakah mereka masih mengenal jenis-jenis pohon tersebut? Ini penting untuk diketahui," ujarnya. Salah satu langkah yang ingin diterapkan adalah gerakan penanaman pohon yang melibatkan seluruh siswa dari SMA/SMK di Kalimantan Timur. "Di Kaltim terdapat sekitar 400 sekolah jenjang SMA/SMK. Jika setiap sekolah memiliki 1.000 siswa, kita bisa bersama-sama menanam sekitar 400.000 pohon," jelasnya. Ia pun mengusulkan agar kegiatan penanaman pohon dijadikan salah satu kriteria dalam penilaian dan syarat untuk mendapatkan bantuan bagi sekolah-sekolah. "Saya ingin ini menjadi kewajiban. Mengajarkan siswa untuk menanam pohon dan bertanggung jawab terhadap tanaman tersebut sudah berhasil diterapkan di beberapa sekolah yang saya kunjungi. Selain itu, mari kita ciptakan rasa memiliki dan meningkatkan literasi mereka tentang lingkungan," tutup Akmal Malik. ANTARA