BORNEONEWS, Puruk Cahu - Unsur Tripika Kecamatan Murung menggelar sosialisasi pencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dengan sasaran agar masyarakat memahami dampak dari kebakaran hutan, lahan dan pekarangan. Mengingat tahun lalu dampak kebakaran hutan, lahan dan pekarangan ini sangat luas, mulai dari terganggunya kesehatan, penerbangan hingga pada dampak ekologi, sosial dan ekonomi.

Sasaran sosialisasi ini kepada aparatur desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat yang tersebar di 13 desa dan 2 kelurahan.

Sosialisasi digelar ke seluruh desa dan kelurahan yang ada di Kecamatan Murung, yang mana menjadi sasaran pertama adalah desa yang paling ujung yakni Desa Malasan dan Dirung, beberapa waktu lalu.

Kegiatan sosialisasi ini langsung dipimpin oleh Sekretaris Camat (Sekcam) Murung, Saul Situmeang mewakili Camat Murung K Zen Wahyu SSTP, dihadiri Danramil Puruk Cahu Kapten Inf. D Sagala, serta Aiptu Margono mewakili Kapolsek Murung Ipda Indrawan STK.

Sekcam Murung Saut Situmeang menyampaikan bahwa tujuan dilaksanakan sosialisasi ini dimaksud untuk penanggulangan kebakaran hutan, lahan dan pekarangan di Desa se Kecamat Murung.

"Kita memberikan sosailiasi ke seluruh desa, ada 13 desa dan 2 kelurahan di Kecamatan Murung. Apa yang kami sampaikan kepada bapak ibu tidak sampai disini, nantinya bisa di sampaikan kepada masyarakat 

Pihaknya berharap agar di setiap desa tidak ada lagi kasus kebakaran hutan, lahan dan pekarangan, seperti tahun lalu yang dampak kabut asap sangat merugikan masyarakat luas. 

Sementara itu Danramil Murung Kapten Inf D Sagala menyampaikan akibat asap banyak efek ditimbulkan baik kesehatan, ekonomi, ekosistem berlaku di lingkungan tempat tinggal.

"Pemerintah tidak melarang untuk berladang, justru pemerintah mendukung untuk ketahanan pangan, namun disini yang diminta supaya caranya diubah dari membakar lahan dengan membuka ladang tidak dibakar," jelas Sagala.

Sagala juga mencontohkan berkenaan dengan geografis wilayah Kalteng dengan Sumatera hampir sama, namun disana sudah tidak membuka lahan dengan cara membakar.

"Ini perintah presiden supaya membuka lahan jangan membakar, namun bisa saja dengan cara dicangkul dengan sebagainya," ucapnya. (SUPRI ADI)