BORNEONEWS, Kasongan - Kota Kasongan Ibukota Kabupaten Katingan kedepan bakal mencakup tiga wilayah kecamatan, yakni Katingan Hilir, Tasik Payawan dan Kecamatan Tewang Sanggalang Garing (TSG).

Hal ini mengemuka saat rapat membahas kegiatan paparan penyediaan rencana penataan Kasongan sebagai kota baru (new city) antara Pemerintah Kabuaten Katingan dan PT Bennatin Surya Cipta di Aula Disnpenda, Selasa (30/8).

Dalam kesempatan itu Kepala Dinas PU Katingan Alyono mengaku jika pihaknya sudah melakukan kerjasama dengan pihak konslutan PT Bennatin Surya Cipta terkait rencana masterplan dalam pengembangan Kota Kasongan yang bakal mencakup tiga wilayah kecamatan itu.

Dalam kesempatan itu pihak PT Bennatin Surya Cipta, Joko Supriyono memaparkan latarbelakang Kabupaten Katingan yang dinilai mempunyai posisi strategis sebagai pusat distribusi dan penyedia jasa pelayanan serta pemersatu perkembangan wilayah.

"Wilayah kecamatan-kecamatan yang akan diitegrasikan dalam pengembangan 'kota baru' Kasongan adalah, Kecamatan Tewang Sanggalang Garing, Kecamatan Katingan Hilir dan Kecamatan Tasik Payawan," ujar Joko Supriyono.

Menurutnya total luas ke tiga kecamatan tersebut adalah 2.035 km2, dengan jumlah penduduk saat ini adalah 53.719 jiwa.

Menurut Joko arahan pengembangan tata ruang sub wilayah di 3 kecamatan itu diantaranya, arahan pola ruang sub regional, kemudian arahan struktur ruang sub regional dan arahan kawasan straegis.

Sementara masterplan kawasan kota baru Kasongan itu, meliputi tujuan penataan kawasan kotabaru. Kasongan, kemudian rencana pola ruang kawasan kotabaru Kasongan dan rencana jaringan prasarana kawasan kotabaru. Kasongan. 

Bupati Ahmad Yantenglie mengatakan untuk penyempurnaan masterplan rencana pengembangan Kota Kasongan yang meliputi tiga kecamatan ini, pihaknya sengaja mengundang camat terkait, serta tokoh masyarakat untuk diminta sumbangsihnya demi sempurnanya masterplan.

"Kami melihat bahwa Katingan adalah sebuah kabupaten, dan sesuai UUD 23 yang terbaru apabila sebuah kabupaten itu boleh memiliki kawasan perkotaan," sebut Bupati Tenglie.

Untuk itu pihaknya sudah berfikir dan berenung lebih jauh bawa Katingan harus punya prospektif bisnis yang sulit untuk disaingi orang, termasuk kekayaan sumber daya alam (SDA) yang dimiliki. (ABDUL GOFUR/m)