JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, Sultan Bachtiar Najamudin, mengungkapkan bahwa pertemuan yang berlangsung di Kertanegara IV, Jakarta Selatan, di kediaman Presiden Terpilih Prabowo Subianto, bertujuan untuk mendiskusikan hal-hal terbaik untuk negara. Sultan menegaskan, pertemuan tersebut fokus pada pencarian solusi dan langkah yang bermanfaat bagi kemaslahatan bangsa. Ia menyatakan bahwa institusi DPD ingin memastikan kontribusinya dalam proses pembangunan negara. "Kami membahas isu-isu yang baik untuk negara," ungkapnya saat dijumpai setelah acara *Sustainability Energy Awards* di Jakarta. Saat ditanya terkait kemungkinan pembahasan mengenai posisi menteri dalam kabinet yang akan dibentuk oleh Prabowo, Sultan tidak memberikan jawaban pasti. Ia hanya reiterasi mengenai skala prioritas yang mendahulukan kepentingan nasional. "Pembicaraan kami masih terfokus pada yang terbaik untuk negara," tuturnya. Dalam kesempatan yang sama, Sultan turut memberikan penilaian mengenai transisi kepemimpinan dari Presiden Joko Widodo menuju Prabowo Subianto. Menurutnya, pergantian ini merupakan proses demokrasi yang sangat penting dan harus dijalani dengan baik. Ia juga berbagi informasi bahwa sebelum menghadiri kegiatan tersebut, ia telah melakukan pertemuan dengan Prabowo. Sultan mengungkapkan bahwa Prabowo memiliki visi besar untuk menyatukan berbagai elemen masyarakat dan menciptakan sinergi dalam implementasi program-program yang akan datang. "Saya baru saja berdiskusi dengan beliau, dan Pak Prabowo menyampaikan, 'Ayo kita bersatu dan kompak agar semua program yang baik ini dapat terealisasi dengan sukses'," ungkapnya. Diketahui, Sultan termasuk beberapa tokoh yang diundang oleh Presiden Terpilih Prabowo untuk pertemuan tersebut. Para peserta terdiri dari berbagai latar belakang, termasuk politikus, akademisi, serta mantan menteri di era pemerintahan Joko Widodo. Pada pukul 20.30 WIB, berikut adalah daftar para tokoh yang telah hadir dalam pertemuan tersebut: 1. Prasetio Hadi (Ketua DPP Partai Gerindra) 2. Sugiono (Wakil Ketua Umum Partai Gerindra) 3. Widiyanti Putri Wardhana (Pengusaha) 4. Natalius Pigai (Pegiat HAM) 5. Yandri Susanto (Wakil Ketua Umum PAN) 6. Fadli Zon (Wakil Ketua Umum Partai Gerindra) 7. Nusron Wahid (Politikus Golkar) 8. Saifullah Yusuf (Sekjen PBNU/Menteri Sosial) 9. Maruarar Sirait (Politikus Partai Gerindra) 10. Abdul Kadir Karding (Politikus PKB) 11. Wihaji (Wakil Ketua Umum Golkar) 12. Teuku Riefky Harsya (Sekjen Partai Demokrat) 13. Agus Harimurti Yudhoyono (Ketua Umum Partai Demokrat/Menteri ATR BPN) 14. Arifatul Choiri Fauzi (Muslimat NU) 15. Tito Karnavian (Mantan Kapolri/Menteri Dalam Negeri) 16. Zulkifli Hasan (Ketua Umum PAN/Menteri Perdagangan) 17. Satryo Soemantri Brodjonegoro (Akademisi) 18. Yassierli (Akademisi) 19. Yusril Ihza Mahendra (Pakar Hukum Tata Negara/Politikus PBB) 20. Bahlil Lahadalia (Ketua Umum Partai Golkar/Menteri ESDM) 21. Abdul Mu'ti (Sekretaris Umum PP Muhammadiyah) 22. Muhaimin Iskandar (Ketua Umum PKB) 23. Raja Juli Antoni (Sekjen PSI/Wamen ATR) 24. Agus Gumiwang (Menteri Perindustrian) 25. Pratikno (Menteri Sekretaris Negara) 26. Iftitah Sulaiman (Orang Kepercayaan SBY) 27. Komjen Pol. Agus Andrianto (Wakapolri) 28. Ribka Haluk (Pj Gubernur Papua Tengah) 29. Maman Abdurahman (Politikus Partai Golkar) 30. Rachmat Pambudy (Akademisi) 31. Hanif Faisol Nurofiq (Dirjen KLHK) 32. Erick Thohir (Menteri BUMN) 33. Andi Amran Sulaiman (Menteri Pertanian) 34. Nasaruddin Umar (Imam Besar Masjid Istiqlal) 35. Dito Ariotedjo (Menpora) 36. Budi Gunadi Sadikin (Menteri Kesehatan) 37. Sultan Bachtiar Najamudin (Ketua DPD RI) 38. Raden Dodi Priyono (Kepala Bagian Administrasi Penganggaran, Biro Perencanaan Anggaran dan Kerja Sama Luar Negeri Sekjen PUPR) 39. Sakti Wahyu Trenggono (Menteri Kelautan dan Perikanan) 40. Budi Santoso (Sekjen Kemendag) 41. Dudy Purwagandhi (Dewan Komisaris PLN) 42. Airlangga Hartarto (Menko Perekonomian) 43. Sri Mulyani (Menteri Keuangan) 44. Veronica Tan 45. Supratman Andi Agtas (Menkumham/Politikus Gerindra) 46. Donny Ermawan Taufanto (Plt. Sekjen Kemenhan) 47. Rosan Perkasa Roeslani (Menteri Investasi) 48. M. Herindra (Wamenhan) 49. Meutya Hafid (Ketua Komisi I DPR/Politikus Golkar) Pertemuan ini menjadi salah satu langkah penting dalam memetakan peta politik dan pemerintahan ke depan, serta menunjukkan upaya untuk memperkuat kolaborasi antar berbagai elemen bangsa. ANTARA