JAMBI –
**Borneonews - Jambi**, Kepolisian Daerah Jambi menempatkan pada posisi utama penerapan edukasi berbasis *persuasi* yang bersifat humanis kepada masyarakat. Langkah ini dilakukan dalam upaya meningkatkan kesadaran akan disiplin berlalu lintas selama pelaksanaan Operasi Siginjai 2024. Operasi Zebra 2024 akan berlangsung selama dua minggu dengan fokus pada pendekatan edukasi, *persuasive*, dan humanis, serta didukung oleh penegakan hukum lalu lintas melalui sistem elektronik. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam berkendara. Kombes Pol Jannus P Siregar, sebagai Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda) Polda Jambi, menegaskan pentingnya pendekatan ini pada Senin. Operasi ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga ketertiban di jalan, tetapi juga untuk menciptakan situasi yang aman dan nyaman dalam berlalu lintas, terutama menjelang tahapan pemilihan kepala daerah, yang saat ini sedang memasuki masa kampanye. Kombes Jannus menekankan kepada personel untuk mengawasi segala bentuk pelanggaran yang mungkin terjadi selama kampanye dan menindaklanjuti dengan tegas jika terdapat pelanggaran pasca pemilihan. Diharapkan, melalui Operasi Zebra ini, masyarakat dapat lebih memahami dan menyadari pentingnya keselamatan saat berkendara, terutama menjelang hari pemilihan. Personel polisi diminta untuk meningkatkan penggunaan *Electronic Traffic Law Enforcement* (ETLE) dan melakukan patroli serta penindakan di lapangan ketika diperlukan. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa lokasi-lokasi strategis akan diawasi secara intensif untuk menekan angka kecelakaan dan memastikan kelancaran arus lalu lintas. Kombes Pol Dhafi, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jambi, mengungkapkan sembilan fokus utama dalam Operasi Zebra Siginjai, di antaranya adalah pelanggaran seperti melawan arus dan angkutan truk yang membawa penumpang, terutama pada saat masa kampanye. Kepolisian juga akan mengawasi agar tidak ada kendaraan membawa barang yang diisi oleh orang-orang dalam rombongan kampanye. Kombes Dhafi mengingatkan risiko kecelakaan yang meningkat, salah satunya akibat penggunaan ponsel saat berkendara. Terkait dengan upaya penindakan, ia mengonfirmasi bahwa tindakan represif dan edukasi akan dilakukan secara bersamaan. Penindakan terhadap pelanggar di lapangan tetap menjadi kemungkinan. Di sisi lain, Dhafi menyebutkan penerapan sistem ETLE saat ini baru dilakukan di Kota Jambi, sementara daerah lainnya masih bergantung pada penindakan langsung di tempat bagi pelanggar yang terdeteksi. Polda Jambi mengerahkan 486 personel yang akan bertugas dalam Operasi Zebra Siginjai 2024, yang berlangsung mulai 14 hingga 27 Oktober 2024. ANTARA