MANADO –
**Borneonews - Manado**, Program *OJK Mengajar* di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) di Manado, Sulawesi Utara, diharapkan dapat meningkatkan tingkat inklusi keuangan di kalangan mahasiswa. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mirsa Adityaswara, dalam kuliah umum yang diselenggarakan pada Senin, 14 Oktober, sebagai bagian dari perayaan HUT ke-13 OJK dan puncak Bulan Inklusi Keuangan. Mirsa menyebutkan bahwa melalui kegiatan pendidikan yang digelar oleh OJK, mahasiswa diharapkan dapat memahami lebih baik mengenai produk dan layanan jasa keuangan. Ia menekankan pentingnya pengetahuan terkait finansial untuk mempersiapkan mahasiswa memasuki dunia di mana keterampilan tersebut sangat dibutuhkan. Dalam pernyataannya, Mirsa menjelaskan bahwa OJK memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sektor keuangan. Tugas OJK adalah mengatur dan mengawasi agar semua pihak dalam sektor jasa keuangan operasionalnya tetap sehat. "Sektor jasa keuangan harus dijaga agar tetap berfungsi dengan baik, sehingga dapat memberikan pembiayaan kepada sektor riil," ujarnya, menekankan bahwa stabilitas dalam sektor ini sangat krusial. Mirsa juga menyampaikan bahwa OJK bertanggung jawab dalam melindungi konsumen dan masyarakat dari berbagai risiko, seperti kehilangan tabungan akibat bank yang tutup. Salah satunya adalah melalui Lembaga Penjamin Simpanan, yang menjamin simpanan nasabah hingga Rp 2 miliar per individu. Wakil Rektor II Unsrat, Royke Montolalu, menambahkan bahwa kegiatan ini memberikan mahasiswa pemahaman yang lebih baik tentang literasi keuangan, termasuk aspek perbankan, investasi, dan pengelolaan risiko. Dengan demikian, para mahasiswa diharapkan dapat lebih kritis dalam memilih produk layanan keuangan dan terhindar dari investasi yang berisiko. Selain itu, mereka juga diajarkan untuk mengelola keuangan pribadi secara bijak. Royke melanjutkan bahwa program ini juga mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan dunia kerja, terutama di era digital dan teknologi finansial (*fintech*). "Kami berharap mahasiswa mendapatkan wawasan lebih dalam mengenai regulasi dan peran OJK dalam menjaga stabilitas keuangan serta mendorong inklusi keuangan di kalangan mahasiswa," tutupnya. ANTARA