MAKASSAR –
**Borneonews - Mamuju**, Kapolda Provinsi Sulawesi Barat, Irjen Polisi Adang Ginanjar, telah mengajak berbagai organisasi masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah terjadinya konflik sosial di wilayah ini. Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan pada hari Senin, beliau menegaskan pentingnya kolaborasi antara pihak kepolisian, pemerintah daerah, serta berbagai organisasi kemasyarakatan guna menciptakan suasana yang harmonis. Kapolda menyatakan bahwa Polda Sulbar, bersama dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan sejumlah organisasi masyarakat, telah melaksanakan pertemuan untuk membahas langkah strategis dalam pencegahan konflik sosial. Pertemuan tersebut bertujuan untuk menjalin kerja sama yang lebih erat dalam menjaga keamanan dan stabilitas di Sulawesi Barat. Dalam upaya pencegahan konflik ini, Polda Sulbar juga menjalin kerjasama dengan tokoh-tokoh masyarakat dan agama. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa berbagai lapisan masyarakat turut berkontribusi dalam menciptakan suasana yang aman dan kondusif. Kapolda menekankan bahwa pihak kepolisian tidak dapat melaksanakan tugasnya secara mandiri, melainkan memerlukan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk TNI, pemerintah daerah, dan organisasi kemasyarakatan lainnya. Di kesempatan yang sama, Polda Sulbar berkomitmen untuk mendorong semua pihak agar aktif dalam mencegah terjadinya konflik. Dengan mengusung tagline *"Sulbar yang Mala'bi dan Siamasei,"* diharapkan wilayah ini dapat terus aman dan terpelihara tali persaudaraan antarwarga. Penjabat Gubernur Sulawesi Barat, Bahtiar Baharuddin, juga menyoroti betapa pentingnya membangun kolaborasi yang solid antara pemerintah dan masyarakat demi kemajuan daerah. Ia menekankan bahwa segala upaya yang dilakukan tidak terfokus pada kepentingan politik maupun ekonomi pribadi, melainkan untuk membangun Sulawesi Barat secara kolektif. Kepala Kejaksaan Tinggi Sulbar, Andi Darmawangsa, menyampaikan pentingnya membangun dialog yang konstruktif dengan masyarakat. Ia berharap suasana tenang dan kebersamaan dapat tercipta dalam setiap upaya pembangunan di Sulawesi Barat. Sementara itu, Farhanuddin, seorang akademisi dari Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), memberikan dukungannya terhadap langkah Gubernur dalam merespons aspirasi masyarakat melalui dialog. Ia berharap dialog yang berjalan secara berkala di lima kabupaten di Sulbar dapat memastikan partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. ANTARA