MAKASSAR –
**Borneonews - Makassar**, Empat kandidat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan yang digelar di Unit Pelaksana Teknis Penilaian Potensi dan Kompetensi, Badan Kepegawaian Daerah Sulawesi Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin untuk memilih calon Direktur Utama PT Jaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Sulawesi Selatan. Keempat peserta yang bersaing untuk posisi strategis ini adalah Cecep Nur Sukmana, Kepala Cabang PT Asuransi Mega Pratama; Noor Ikhsan Syuhada, Branch Manager PT Bank BTPN Syariah Tbk; Rike Handrivany Burhanuddin, Business Development Manager PT Bank Muamalat Tbk Regional Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua; serta Zulkarnain Basir, Direktur Utama Perusda Kabupaten Sidendreng Rappang. Peserta yang terlibat dalam proses ini menyatakan bahwa motivasi utama mereka mengikuti ujian adalah untuk memberikan kontribusi yang signifikan dalam memajukan perekonomian Sulsel melalui program yang dicanangkan oleh Jamkrida. Zulkarnain menyampaikan harapannya agar Jamkrida dapat berperan sebagai alat untuk pertumbuhan ekonomi, mengingat pentingnya lembaga ini dalam memperkuat sektor keuangan daerah. "Kehadiran Jamkrida diharapkan dapat menjadi pendorong ekonomi di Sulawesi Selatan," ungkapnya usai sesi wawancara. Ia juga menekankan bahwa uji kelayakan dan kepatutan ini sangat krusial, mengingat jabatan Direktur Utama membawa tanggung jawab besar yang harus diemban oleh siapa pun yang terpilih. Rike Handrivany Burhanuddin menambahkan bahwa keikutsertaannya dalam ujian ini merupakan kesempatan untuk memperluas pengalaman di bidang penjaminan, di luar pengalamannya yang selama ini terfokus pada sektor perbankan. Dia berharap bahwa melalui Jamkrida, kontribusi bagi masyarakat bisa terwujud, terutama dalam peningkatan pendapatan daerah. Acara pembukaan uji kelayakan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, yang juga bertindak sebagai salah satu penguji. Selain Jufri, panel pengujian juga melibatkan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sulsel, dr Ikhsan Mustari, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin, Prof Abdul Rahman Kadir, serta Dekan Fakultas Dakwah UIN Alauddin Makassar, Prof Abd Rasyid Masri. Empat kandidat ini telah memenuhi seleksi administrasi yang dilakukan oleh Panitia Seleksi. Uji kelayakan dan kepatutan ini direncanakan berlangsung selama dua hari, yaitu pada tanggal 14 hingga 15 Oktober 2024, dan mencakup berbagai jenis evaluasi, termasuk ujian tertulis, wawancara, serta psikotest. Pihak yang lolos dalam ujian ini diharapkan dapat direkomendasikan sebagai calon Direktur Utama yang layak untuk memimpin PT Jamkrida Sulsel ke depan. Proses selanjutnya adalah mengusulkan nama kandidat kepada Gubernur Sulsel untuk penetapan, yang kemudian akan diajukan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk dilaksanakan *fit and proper test*. PT Jamkrida Sulsel didirikan oleh pemerintah provinsi dengan tujuan memberikan penjaminan kredit dan pembiayaan kepada koperasi serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Fokus utama dari lembaga ini adalah untuk meningkatkan akses pendanaan, mendukung kelancaran usaha, menciptakan lapangan pekerjaan, serta memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. ANTARA