PADANG –
**Borneonews - Padang**, Kepolisian Resor Kota Padang, yang terletak di Sumatera Barat, telah mengawali pelaksanaan *Operasi Zebra Singgalang 2024* dengan menindak sebanyak 91 pelanggar pada hari pertama operasi yang berlangsung pada Senin, 24 Oktober 2024. Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Padang, Komisaris Polisi Alfin, menyatakan bahwa tindakan penegakan hukum tersebut diambil terhadap pengendara yang melanggar aturan lalu lintas saat berkendara. Penindakan ini dilakukan melalui metode penilangan langsung dalam razia serta dengan memanfaatkan sistem elektronik bernama *Electronic Traffic Law Enforcement* (ETLE). Data yang berhasil dihimpun menunjukkan bahwa jenis pelanggaran yang paling banyak terjadi adalah tidak memakai helm, melawan arus lalu lintas, dan tidak mengenakan sabuk pengaman. Selain itu, pihak kepolisian juga menemukan adanya pengendara yang masih di bawah umur, yang menjadi perhatian serius bagi orang tua untuk lebih memperhatikan keselamatan anak-anak mereka. Alfin menambahkan bahwa pengendara yang terjaring pelanggaran langsung ditindak dengan penilangan, sementara kendaraan yang tidak dilengkapi dengan surat-surat resmi akan diamankan. Dalam pelaksanaan operasi tersebut, ada sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan, yakni 6 Surat Izin Mengemudi (SIM), 5 Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), dan sebanyak 80 unit kendaraan bermotor. Tidak hanya menindak secara tegas, dalam *Operasi Zebra Singgalang 2024* juga dilakukan pendekatan humanis. Pendekatan ini berupa teguran terhadap pengendara yang terjaring dalam kategori pelanggaran ringan. Pengertian pelanggaran ringan di sini adalah tindakan pelanggaran yang tidak menyebabkan tingkat risiko yang tinggi bagi keselamatan pengendara lain maupun diri sendiri. Menurut Alfin, kegiatan operasi ini direncanakan berlangsung hingga 27 Oktober 2024 dan akan menyasar pada 10 jenis pelanggaran, di antaranya berkendara di bawah umur, penggunaan knalpot bising, melawan arus, menerobos lampu merah, serta ketidakpatuhan dalam menggunakan helm bersertifikasi SNI. Diharapkan dengan adanya operasi ini, kesadaran masyarakat akan pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas dapat meningkat, sehingga dapat mengurangi angka kecelakaan di jalan raya. ANTARA