**Borneonews - Jakarta**, Direktur Bina Potensi Badan SAR Nasional (BASARNAS), Agus Haryono, mengemukakan bahwa pentingnya pengembangan teknologi untuk mendeteksi korban jiwa yang tidak bernyawa di area bencana melalui perangkat yang disebut *dead body locator*. Hal ini diungkapkan dalam pernyataannya mengenai pentingnya inovasi teknologi dalam menghadapi situasi darurat.
Menurut Agus, budaya kekeluargaan yang sangat erat di masyarakat Indonesia menuntut BASARNAS tidak hanya untuk mencari korban selamat, tetapi juga mencari dan ditemukan jasad korban yang telah meninggal akibat bencana. "Kami dihadapkan pada permintaan masyarakat agar dapat menemukan semua korban, termasuk mereka yang sudah tiada," tegas Agus Haryono.
Dengan demikian, menghadirkan teknologi seperti *dead body locator* di masa depan diharapkan dapat membantu BASARNAS serta keluarga korban dalam pencarian jasad di lokasi bencana. Hal ini menjadi sangat relevan mengingat Indonesia sering dihampiri berbagai bencana, di mana kesadaran akan tanggung jawab sosial dan dukungan kepada keluarga korban sangatlah penting.
Agus juga menjelaskan bahwa saat ini BASARNAS sudah memiliki teknologi yang bermanfaat untuk mendeteksi korban hidup. Meskipun demikian, pencarian jasad korban yang tidak selamat masih menjadi tantangan tersendiri. "Kami telah menggunakan berbagai teknologi seperti *underwater rescue devices*, teknologi kedirgantaraan, dan *life detector* untuk mempercepat proses evakuasi," ungkapnya.
Agus menambahkan, saat ini masih ada banyak jasad korban bencana yang belum ditemukan. Salah satu contohnya adalah tragedi tenggelamnya kapal Sinar Bangun di Danau Toba pada tahun 2018. Dalam insiden tersebut, diperkirakan terdapat lebih dari 200 penumpang yang tidak selamat, dan sampai saat ini, jasad mereka masih sulit untuk ditemukan meskipun lokasinya telah teridentifikasi.
Insiden di Danau Toba menjadi pengingat akan kebutuhan mendesak akan teknologi canggih yang dapat meningkatkan kemampuan kami dalam penanganan bencana, ujarnya. Oleh karena itu, Agus mengimbau agar tekad untuk mengembangkan teknologi pencarian jasad dapat segera terealisasi demi meringankan beban kerja BASARNAS dan memenuhi harapan masyarakat yang terdampak bencana.
ANTARA
Teknologi Deteksi Korban Tidak Bernyawa Jadi Harapan Baru BASARNAS
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebakaran di Jalan Pahlawan Marabahan, Api Membesar Dekat Sekolah
Pohon Tumbang dan Bangunan Rusak Diterjang Angin Kencang di Banjarbaru
Hujan Lebat Guyur Banjarbaru dan Martapura
Alwi akan Evaluasi Performa Setelah Terhenti French Open
Ribuan Pesepak Bola Muda Perebutkan Piala Ketua DPD RI
Trae Young Targetkan Wizards Bersaing ke playoff NBA
Komentar (0)
Memuat komentar…







