JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Presiden terpilih Prabowo Subianto menegaskan bahwa semua calon menteri, wakil menteri, serta kepala lembaga yang telah dipanggil ke kediamannya di Jakarta pada hari Senin, memiliki kemampuan yang mumpuni untuk melaksanakan tugas mereka di kabinet mendatang. Prabowo menyatakan bahwa ia telah melakukan pemantauan terhadap para calon menteri selama beberapa waktu dan telah melakukan diskusi intensif dengan mereka. Ia juga menyatakan harapannya untuk dapat mengangkat mereka sebagai menteri, wakil menteri, dan kepala lembaga. “Sebelum saya mengundang mereka, mereka sebenarnya sudah menyatakan kesiapan untuk membantu saya. Hari ini saya hanya melakukan konfirmasi. Saya pastikan kepada mereka mengenai kesediaan untuk membantu di bidang yang saya tawarkan,” ujar Prabowo. Ia menambahkan, “*Alhamdulillah*, semua dari mereka telah menyatakan kesiapan.” Pernyataan ini disampaikan setelah serangkaian pertemuan yang digelar di kediamannya. Dalam pertemuan satu per satu dengan total 49 calon tersebut, Prabowo memberikan penekanan pada arah kebijakan pemerintahannya di masa depan. Ia merasa puas dengan suasana setiap pertemuan dan mencatat bahwa semua peserta menyadari pentingnya kerja keras dan kolaborasi di tengah ketidakpastian yang tengah melanda dunia. “Secara umum, saya merasa sangat puas. Suasana di setiap pertemuan sangat baik. Setiap orang memahami bahwa kita harus bekerja dengan baik dan keras sebagai sebuah tim,” ungkapnya. Pada hari Selasa, Prabowo dijadwalkan untuk memanggil lebih banyak calon menteri dan wakil menteri serta calon kepala lembaga untuk melanjutkan pertemuan di kediamannya. Pada hari Senin, antara pukul 15:00 hingga 20:30, Prabowo menemui sejumlah calon di kediamannya di Kertanegara untuk mendiskusikan penugasan dalam kabinet. Para calon yang hadir terdiri dari beragam latar belakang, termasuk profesi, akademisi, politisi, birokrat, tokoh agama, dan anggota organisasi kemasyarakatan, serta dari kalangan aparat kepolisian dan mantan anggota militer. Secara keseluruhan, sebanyak 49 tokoh dipanggil oleh Prabowo pada hari tersebut, antara lain: 1. Prasetio Hadi (Ketua Umum Partai Gerindra) 2. Sugiono (Wakil Ketua Umum Partai Gerindra) 3. Widiyanti Putri Wardhana (Pengusaha) 4. Natalius Pigai (Aktivis Hak Asasi Manusia) 5. Yandri Susanto (Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional/PAN) 6. Fadli Zon (Wakil Ketua Umum Partai Gerindra) 7. Nusron Wahid (Politisi Partai Golkar) 8. Saifullah Yusuf (Sekjen Nahdlatul Ulama/Menteri Sosial) 9. Maruarar Sirait (Politisi Partai Gerindra) 10. Abdul Kadir Karding (Politisi Partai Kebangkitan Bangsa/PKB) 11. Wihaji (Wakil Ketua Umum Partai Golkar) 12. Teuku Riefky Harsya (Sekjen Partai Demokrat) 13. Agus Harimurti Yudhoyono (Ketua Umum Partai Demokrat/Menteri Agraria dan Tata Ruang) 14. Arifatul Choiri Fauzi (Nahdlatul Ulama) 15. Tito Karnavian (Mantan Kapolri/Menteri Dalam Negeri) 16. Zulkifli Hasan (Ketua Umum PAN/Menteri Perdagangan) 17. Satryo Soemantri Brodjonegoro (Akademisi) 18. Yassierli (Akademisi) 19. Yusril Ihza Mahendra (Ahli Hukum Tata Negara/Politisi PBB) 20. Bahlil Lahadalia (Ketua Umum Partai Golkar/Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral) 21. Abdul Mu'ti (Sekjen Muhammadiyah) 22. Muhaimin Iskandar (Ketua Umum PKB) 23. Raja Juli Antoni (Sekjen PSI/Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang) 24. Agus Gumiwang Kartasasmita (Menteri Perindustrian) 25. Pratikno (Menteri Sekretaris Negara) 26. Iftitah Sulaiman (Konsultan Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono) 27. Komjen Agus Andrianto (Wakil Kapolri) 28. Ribka Haluk (Plt. Gubernur Papua Tengah) 29. Maman Abdurahman (Politisi Partai Golkar) 30. Rachmat Pambudy (Akademisi) 31. Hanif Faisol Nurofiq (Dirjen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) 32. Erick Thohir (Menteri BUMN) 33. Andi Amran Sulaiman (Menteri Pertanian) 34. Nasaruddin Umar (Imam Besar Masjid Istiqlal) 35. Dito Ariotedjo (Menteri Pemuda dan Olahraga) 36. Budi Gunadi Sadikin (Menteri Kesehatan) 37. Sultan Bachtiar Najamudin (Ketua DPD) 38. Raden Dodi Priyono (Kepala Seksi Administrasi Anggaran) 39. Sakti Wahyu Trenggono (Menteri Kelautan dan Perikanan) 40. Budi Santoso (Sekjen Kementerian Perdagangan) 41. Dudy Purwagandhi (Anggota Dewan Komisaris PT PLN) 42. Airlangga Hartarto (Menko Perekonomian) 43. Sri Mulyani Indrawati (Menteri Keuangan) 44. Veronica Tan (Pengusaha dan Filantropis) 45. Supratman Andi Agtas (Menteri Hukum dan HAM/Politisi Gerindra) 46. Donny Ermawan Taufanto (Plt. Sekjen Kementerian Pertahanan) 47. Rosan Perkasa Roeslani (Menteri Investasi) 48. M. Herindra (Wakil Menteri Pertahanan) 49. Meutya Hafid (Ketua Komisi I DPR/Politisi Golkar). ANTARA