BANTEN –
**Borneonews - Serang**, Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Provinsi Banten telah melaksanakan kegiatan *entry meeting* yang bertujuan untuk membahas belanja modal Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang pada hari Senin, 14 Oktober. Ari Endarto, selaku Penanggung Jawab Tim Pemeriksa dari BPK RI Perwakilan Provinsi Banten, menjelaskan bahwa *entry meeting* ini merupakan bentuk komunikasi awal yang dilakukan dengan entitas yang akan diperiksa. Hasil dari pemeriksaan tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD). Menurutnya, *entry meeting* merupakan salah satu tahapan krusial dalam proses pemeriksaan yang dapat mempengaruhi keberhasilan serta kelancaran pelaksanaan pemeriksaan itu sendiri. Ia juga menambahkan bahwa anggaran belanja modal di Kabupaten Serang terbilang besar, sehingga hasil pemeriksaan ini sangat penting untuk proses penyusunan LKPD ke depan. Pemeriksaan yang dilakukan diperkirakan akan berlangsung selama 40 hari, berakhir pada tanggal 4 Desember 2024, dengan fokus utama pada belanja modal. “Kita akan meneliti belanja modal, termasuk bangunan gedung dan prasarana lainnya selama pemeriksaan ini,” jelasnya. Sementara itu, Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah, menyatakan bahwa pemeriksaan ini merupakan rutinitas tahunan yang diatur oleh undang-undang. Ia menekankan pentingnya tim BPK dalam melakukan pemeriksaan, mengingat belanja modal di Kabupaten Serang cukup signifikan. Tatu menambahkan, harapannya dari *entry meeting* ini adalah agar proses pemeriksaan dapat dilakukan secara lebih mendalam, khususnya dalam hal kualitas dan kuantitas pengadaan serta pelaksanaannya. Ia juga menekankan bahwa *entry meeting* ini sangat penting karena memberikan waktu yang lebih panjang bagi pihaknya untuk melakukan pemeriksaan secara detail, terutama dalam mengkaji berbagai aspek yang berkaitan dengan belanja modal. “Kami melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) yang memiliki anggaran belanja modal, terutama Dinas Pekerjaan Umum yang memiliki banyak proyek terkait gedung, puspemkab, jalan, dan irigasi,” imbuhnya. ANTARA