BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Makanan kemasan yang tergolong kadaluarsa ternyata masih ada ditemukan beredar dan terkesan dijual pada pelanggan secara langsung.
Pasalnya, tanggal kadaluwarsa makanan kemasan tersebut terlihat sengaja digosok dan disamarkan oleh pengelola toko agar tidak jelas terlihat oleh konsumen.
Menurut Richardo Pardamean Siregar warga Desa Pasir Panjang, Selasa, 15 Oktober 2024, makanan kadaluarsa yang ternyata dijual di swalayan tersebut sempat dibeli oleh isterinya.
"Kejadiannya 14 Oktober 2024 sekitar pukul 19.00 WIB di salah satu swalayan yang berlokasi di Pangkalan Bun," jelas Richardo Pardamean Siregar.
Saat itu, menurut Richardo Pardamean Siregar, isterinya baru menyadari bahwa ada keanehan pada makanan kemasan bermerk Nutella tersebut saat sudah sampai di rumah.
"Di bagian belakang kemasan ada bekas coretan yang kemudian digesek untuk menyamarkan tulisan tanggal kadaluarsa. Melihat hal tersebut, kami kemudian kembali ke swalayan untuk komplain terkait hal ini," jelas Richardo Pardamean Siregar.
Namun, lanjut Richardo Pardamean Siregar, saat ia bersama isterinya mendatangi swalayan, managernya tidak berani keluar dan malahan menutup toko.
"Kami menduga manager dan karyawan swalayan mengetahui bahwa barang tersebut sudah kadaluarsa. Sehingga tanggal kadaluwarsanya digosok dan dihilangkan. Lalu makanan kemasan tersebut tetap dijual," jelas Richardo Pardamean Siregar.
Richardo Pardamean Siregar juga mengirimkan foto dan nota pembelian makanan kadaluarsa tersebut pada Borneonews.
"Mohon hal ini bisa di - up. Takutnya ada orang lain yang mengalami hal serupa saat membeli makanan kemasan," jelas Richardo Pardamean Siregar.
Saat hal tersebut dikonfirmasikan pada Kepala Loka POM di Kabupaten Kobat Chatulis Indra Jaya, yang bersangkutan mengatakan akan segera melakukan tindak lanjut terhadap kejadian tersebut.
"Saya segera kirimkan tim ke tempat tersebut. Nanti akan saya sampaikam update info lanjutan," jelas Chatulis Indra Jaya. (WAHYU KRIDA/H)









