**Borneonews - Jakarta Pusat**, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat telah menyelenggarakan pelatihan bagi Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) di Kelurahan Petojo Utara. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan sosialisasi mengenai langkah-langkah yang perlu diambil saat terjadi kebakaran.
Satuan Tugas Gulkarmat dari Kelurahan Petojo Utara, Agus Saban, menjelaskan bahwa pelatihan ini sangat penting. "Kegiatan ini dilakukan agar Redkar memiliki pengetahuan yang cukup tentang tindakan awal yang harus diambil saat terjadi kebakaran. Bagi masyarakat, mereka dapat mengantisipasi kebakaran sebelum menjadi lebih besar," ujarnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta dilatih mengenai teknik pemadaman menggunakan berbagai peralatan yang tersedia di lingkungan rumah, seperti karung basah, handuk basah, dan selimut basah. Selain itu, mereka juga mempelajari cara menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Agus menambahkan, harapannya adalah agar ketika terjadi kebakaran, warga masyarakat dapat dengan tenang mengatasi situasi tersebut. Ia berharap masyarakat dapat memahami prosedur awal dalam menghadapi bencana kebakaran dan menyebarkan pengetahuan tersebut kepada orang lain.
Lurah Petojo Utara, Dipta Dwipakusuma, juga menekankan pentingnya simulasi pelatihan ini. "Kami melibatkan 30 peserta dalam pelatihan, yang terdiri dari anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), karang taruna, serta pengurus RW setempat," kata Dipta.
Selanjutnya, Dipta mengharapkan bahwa para relawan yang telah dilatih dapat membagikan informasi tersebut kepada masyarakat mengenai cara menangani kebakaran. "Semoga relawan yang telah dilatih ini dapat memberikan edukasi kepada warga lain, sehingga apabila terjadi kebakaran, mereka sudah memiliki pengetahuan untuk mengatasinya. Tentunya, kami berharap tidak akan ada kebakaran di wilayah Petojo Utara," tambahnya.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menunjukkan komitmennya dengan memperkuat kerjasama berbagai pihak untuk sosialisasi pencegahan kebakaran, terutama yang disebabkan oleh arus pendek listrik atau korsleting. Hal ini merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.
"Memberikan rasa aman bagi masyarakat adalah komitmen pemerintah daerah," ungkap Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, di Balai Kota Jakarta. Usaha ini juga sejalan dengan visi Jakarta untuk menjadi kota global, sesuai dengan amanat UU Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta (DKJ) yang telah ditetapkan pada 25 April 2024.
ANTARA
Pelatihan Pemadam Kebakaran untuk Relawan di Petojo Utara Jakarta
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Shin Tae-yong Tekankan Pembinaan Usia Dini untuk Majukan Sepak Bola
Madura United Bidik 3 Poin saat Hadapi Persebaya
Tentara Yaman Lumpuhkan Lebih dari 300 Petempur Houthi
Veda Pratama Hormati Keputusan Pembatalan Moto3 Australia
Kebakaran Terjadi di Masjid Al-Muhajirin Cempaga Kotim
Ganda Campuran China Li/Huang Juarai Indonesia Masters 2026
Komentar (0)
Memuat komentar…







