KENDARI –
**Borneonews - Kendari**, Ratusan bungkus produk selada hasil pertanian hidroponik yang dikelola oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas IIA Kendari ludes terjual kepada distributor dari berbagai rumah makan dan perusahaan pertambangan yang beroperasi di Provinsi Sulawesi Tenggara. Kepala Lapas Kelas IIA Kendari, Herman Mulawarman, menyatakan penghargaan tinggi terhadap upaya WBP dalam menjalankan program pembinaan kemandirian di lembaga pemasyarakatan tersebut. Menurutnya, keberhasilan dalam menarik minat pembeli menunjukkan kualitas dari produk pertanian yang dikelola. "Semua hasil panen WBP habis diborong oleh distributor," ungkap Herman. Ia juga menambahkan bahwa daya tarik utama dari selada hidroponik ini terletak pada kualitasnya yang sangat baik, sehingga distributor tidak ragu untuk membeli seluruh hasil panen. Sebanyak 200 bungkus selada berhasil dijual di mana pedagang akan menyalurkan produk tersebut ke berbagai rumah makan dan perusahaan di daerah tersebut. Herman menegaskan bahwa hasil penjualan dari produk hidroponik ini akan dikelola oleh Seksi Kegiatan Kerja di Lapas Kelas IIA Kendari, yang mana hasilnya akan digunakan sebagai kontribusi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Lebih dari itu, sebagian dari pendapatan hasil penjualan juga akan disalurkan kepada WBP yang aktif terlibat dalam kegiatan pertanian hidroponik. Herman menyampaikan bahwa program budidaya selada ini merupakan salah satu upaya untuk memberi keterampilan kepada WBP, sehingga diharapkan dapat memanfaatkan kemampuan baru yang mereka peroleh setelah bebas dari masa hukuman. “Kami berharap keterampilan yang didapat selama menjalani masa hukuman bisa menjadi modal untuk mereka memulai kehidupan yang lebih positif,” tutup Herman Mulawarman. ANTARA