BORNEONEWS, Palangka Raya - Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Setda Kalteng Sri Widanarni mengingatkan perlunya memperhatikan komoditas bergejolak dalam menjaga inflasi.
Komoditas bergejolak ini seperti bawang merah, bawang putih, telur, cabai rawit, bawang putih beras, dan beberapa komoditas lain.
“Tugas kita sebagaimana yang disampaikan tim inflasi untuk terus melaksanakan koordinasi terkait dengan apa yang terjadi di daerah kita,” tutur Sri dalam keterangannya, baru baru ini.
Sebagaimana diketahui, untuk penanganan inflasi di Kalteng sebagaimana program jangka pendeknya yaitu dengan melakukan kegiatan operasi pasar/sidak harga di pasar.
Ditunjang dengan, melaksanakan pasar murah, serta gerakan pangan murah baik yang diadakan oleh pemerintah provinsi maupun oleh kabupaten/kota, sama-sama berperan untuk menangani inflasi.
Sementara itu, Direktur Statistik Harga BPS Windhiarso Putranto memberikan papran terkait Tinjauan Inflasi dan Indeks Perkembangan Harga pada Minggu ke-2 Oktober 2024.
Berdasarkan Perkembangan inflasi menurut komponen per Januari-September 2024, komoditas yang menyumbang andil inflasi paling sering pada Januari-April 2024 antara lain emas perhiasan, daging ayam ras, sigaret kretek mesin (sebanyak 4x).
Kemudian beras, bawang merah, bawang putih dan ikan (sebanyak 3x). Komoditas yang menyumbang andil deflasi paling sering pada Mei-September 2024 antara lain tomat dan daging ayam ras (sebanyak 5X), kemudian telur ayam ras (sebanyak 4x) dan bawang merah serta cabai merah (sebanyak 3x).
Secara nasional, jumlah kabupaten/ kota yang mengalami penurunan IPH pada Minggu ke-2 Oktober 2024 lebih banyak dibandingkan kabupaten/ kota yang mengalami kenaikan IPH.
“Namun jumlah kabupaten/ kota yang mengalami kenaikan IPH naik dari Minggu sebelumnya,” tambah Windhiarso Putranto. (HERMAWAN DP/H)









