JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta Selatan**, Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Munjirin, menyatakan keyakinannya bahwa kolam retensi atau *polder* Tanjung Barat yang terletak di Jagakarsa dapat secara efektif mengatasi masalah banjir di kawasan tersebut. Dalam sebuah pertemuan yang berlangsung pada hari Selasa, Munjirin menegaskan bahwa *polder* tersebut telah terbukti berfungsi dengan baik selama musim hujan, sesuai dengan pengakuan dari masyarakat setempat. Munjirin mengatakan, dukungannya terhadap semua proyek pembangunan pemerintah akan terus berlanjut, terutama jika proyek tersebut memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya *polder* ini, dia percaya bahwa potensi banjir di wilayah tersebut akan berkurang secara signifikan selama hujan. Sistem *polder* merupakan suatu metode yang dirancang untuk menangani banjir melalui berbagai infrastruktur pendukung, seperti saluran drainase, kolam retensi, serta pompa air yang jika diperlukan, berfungsi sebagai satu kesatuan dalam pengelolaan air. "Saya yakin sistem ini efektif dalam menangani banjir, karena saat hujan, air akan langsung masuk ke dalam sistem," ungkapnya. Sementara itu, Camat Jagakarsa, Santoso, menginformasikan bahwa saat ini, terjadi penurunan ketinggian air banjir yang signifikan pada jam-jam sibuk, terutama di sekitar pusat perbelanjaan AEON Mall. "Pengurangan genangan biasanya terlihat saat hujan terjadi pada saat-saat sibuk, baik pagi maupun sore hari," tambahnya. Santoso melanjutkan, sebelum adanya *polder*, banjir sering memicu kemacetan di kawasan tersebut. Namun, berkat pembangunan *polder*, ia yakin kemacetan dapat berkurang secara signifikan. Menurutnya, kehadiran *polder* ini berkontribusi besar dalam mengurangi masalah banjir, terlebih saat hujan turun. Area Tanjung Barat meliputi Jalan Lenteng Agung Raya, Jalan Nangka Raya, dan Jalan TB Simatupang. Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta mengungkapkan bahwa proyek pembangunan *polder* untuk mengatasi banjir di Tanjung Barat diperkirakan selesai pada Mei 2024. Pembangunan *polder* di kawasan ini mencakup saluran sepanjang kurang lebih 450 meter di Jalan Lenteng Agung Raya serta fasilitas penyimpanan atau *storage* sepanjang sekitar 400 meter di depan Mal AEON Tanjung Barat. Selain itu, juga terdapat saluran bawah jalan di Jalan Nangka Raya yang sepanjang sekitar 250 meter. Untuk menambah efektivitas sistem drainase, dibangun saluran bawah tanah menggunakan metode *jacking slurry* sepanjang kurang lebih 1.100 meter di Jalan TB Simatupang, yang diarahkan untuk mengalirkan air secara gravitasi langsung menuju Sungai Ciliwung. Dengan semua upaya ini, diharapkan *polder* dapat secara efektif mengatasi masalah banjir, khususnya di Jalan Saidi, yang merupakan luapan dari saluran penghubung Tanjung Barat Mas, serta di Jalan Nangka I yang mengalami luapan dari saluran penghubung jalan Nangka. ANTARA