JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, secara tegas membantah spekulasi yang beredar mengenai Ketua Fraksi Gerindra DPR RI, Budisatrio Djiwandono, yang disebut-sebut menjadi calon wakil menteri atau kepala badan. Dasco menegaskan bahwa berita tersebut tidak benar dan meminta agar pihak-pihak terkait tidak membawa isu yang menyesatkan. Dalam pernyataannya di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Dasco menyebutkan, "Bantu saya," sebagai ungkapan harapannya untuk menghindari isu yang tidak berlandaskan fakta. Ia menambahkan bahwa hari ini, terdapat banyak calon pejabat kabinet yang dijadwalkan untuk melakukan pertemuan dengan Presiden Terpilih Prabowo Subianto, dengan jumlah yang lebih banyak dibandingkan pertemuan sebelumnya pada tanggal 14 Oktober. "Walaupun saya belum menghitung secara pasti, namun ada beberapa kementerian yang memiliki lebih dari satu nominasi," ungkapnya. Hal ini menunjukkan kompleksitas dalam penunjukan calon yang akan mengisi posisi penting dalam pemerintah. Dasco menjelaskan lebih lanjut bahwa mayoritas calon wakil menteri dan kepala badan yang bertemu dengan Prabowo hari ini berasal dari kalangan profesional. Mereka diusulkan untuk dipertimbangkan menjabat sebagai pejabat kabinet selama lima tahun ke depan. Ia menekankan bahwa usulan para kader partai politik mengenai menteri, kepala badan, dan wakil menteri lebih condong kepada mereka yang memiliki latar belakang profesional. Terkait dengan dua calon menteri yang dirumorkan akan melakukan pertemuan dengan Prabowo pada hari yang sama, Dasco meminta semua pihak untuk bersabar dan menunggu perkembangan lebih lanjut mengenai hal tersebut. Sebelumnya, sebanyak 49 tokoh yang dianggap sebagai calon menteri telah diundang untuk bertemu Prabowo di kediamannya, yang terletak di Jalan Kartanegara, Jakarta Selatan, pada tanggal 14 Oktober. Pertemuan ini dimaksudkan untuk menempatkan mereka dalam posisi-posisi kunci di kementerian yang telah dipersiapkan oleh Prabowo. Para tokoh tersebut berasal dari berbagai latar belakang, termasuk politisi, akademisi, hingga mantan menteri pada era kepresidenan Joko Widodo. ANTARA