**Borneonews - Sentani**, Pemerintah Kabupaten Jayapura, Papua, mengajak masyarakat setempat untuk melakukan vaksinasi terhadap hewan ternak babi sejak usia nol bulan. Langkah ini diambil untuk mencegah penyebaran *Hog Cholera* atau demam babi klasik yang dapat menular dan berujung pada kematian hewan ternak.
Dalam sepekan terakhir, dilaporkan terjadi kasus kematian hewan ternak babi di sejumlah wilayah di Jayapura. Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Jayapura, drh Adorsina Wompere, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan penyelidikan di lapangan. Hasil investigasi menunjukkan bahwa kematian tersebut tidak disebabkan oleh *African Swine Fever (ASF)*, melainkan oleh *Hog Cholera*.
Adorsina mencatat bahwa fenomena kematian babi ini terjadi secara tidak bersamaan di berbagai lokasi, bukan secara massal dalam satu kelompok. Kematian babi tidak terjadi secara serentak dalam satu tempat dan tidak mempengaruhi hewan ternak lainnya yang berada di dekatnya, ujarnya.
Lebih lanjut, Adorsina memaparkan bahwa wabah *Hog Cholera* di Provinsi Papua belum sepenuhnya teratasi. Meskipun kasusnya kini berkurang, masih ditemukan kejadian sporadis. Dalam upaya menanggulangi penyebaran penyakit ini, pihaknya terus melakukan sosialisasi untuk meningkatkan kewaspadaan peternak terhadap kesehatan hewan, termasuk potensi risiko yang ditimbulkan oleh hewan baru yang dibeli dengan harga rendah.
Ia juga menekankan pentingnya kebersihan kandang dan pemakaian disinfektan untuk mencegah berbagai penyakit. Dinas terkait menyediakan disinfektan secara gratis kepada masyarakat dan peternak untuk mendukung usaha mereka.
Adorsina mengonfirmasi bahwa untuk kasus *African Swine Fever*, status kedaruratan di Kabupaten Jayapura telah dicabut. Virus tersebut tidak lagi ditemukan di masyarakat dan statusnya telah diturunkan dari wabah menjadi tertular. Kami melakukan pengambilan sampel pada bulan Agustus di beberapa lokasi, termasuk di Distrik Sentani, Sentani Timur, Waibu, dan Sentani Barat. Hasilnya menunjukkan negatif," jelasnya.
Melalui langkah-langkah pencegahan dan kesadaran masyarakat, diharapkan penyebaran penyakit di populasi ternak dapat diminimalisir demi keberlangsungan peternakan di wilayah ini.
ANTARA
Pemerintah Jayapura Imbau Vaksinasi Babi untuk Cegah Hog Cholera
Bagikan:

JAYAPURA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebakaran di Jalan Pahlawan Marabahan, Api Membesar Dekat Sekolah
Pohon Tumbang dan Bangunan Rusak Diterjang Angin Kencang di Banjarbaru
Hujan Lebat Guyur Banjarbaru dan Martapura
Alwi akan Evaluasi Performa Setelah Terhenti French Open
Ribuan Pesepak Bola Muda Perebutkan Piala Ketua DPD RI
Trae Young Targetkan Wizards Bersaing ke playoff NBA
Komentar (0)
Memuat komentar…







