MANADO –
**Borneonews - Manado**, PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara dan Gorontalo (BSG) terus aktif memperkuat kolaborasi dengan sektor swasta untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi yang inklusif di daerah ini. Gubernur Sulawesi Utara, Prof DR (HC) Olly Dondokambey, menjelaskan bahwa pembentukan Kelompok Usaha Bank (KUB) BSG bersama PT Mega Corpora merupakan langkah strategis yang bertujuan untuk meningkatkan interaksi antara BSG dan pihak swasta. Hal ini dinilai penting guna memperkuat peran BSG sebagai lembaga keuangan daerah yang fokus pada pembangunan ekonomi dalam skala yang lebih luas. Lebih lanjut, Gubernur Dondokambey menegaskan bahwa penandatanganan KUB antara BSG dan Mega Corpora menandai momen penting yang dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap perbaikan perekonomian di daerah. Dia berharap kolaborasi ini dapat mendorong perkembangan bisnis yang berkelanjutan serta menciptakan lebih banyak peluang investasi di Sulawesi Utara. KUB yang terbentuk ini juga dianggap sebagai strategi BSG untuk memenuhi persyaratan modal inti minimum yang ditentukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yaitu sebesar Rp3 triliun, yang harus tercapai paling lambat pada tahun 2024. Berdasarkan Peraturan OJK Nomor 12 Tahun 2020 tentang Konsolidasi Bank Umum, seluruh Bank Pembangunan Daerah (BPD) diwajibkan untuk memenuhi ketentuan ini agar dapat beroperasi secara optimal. Dari pihak Mega Corpora, Chairman CT Corp, Prof DR (HC) Chairul Tanjung, menyatakan keyakinan bahwa sinergi dengan BSG akan berkontribusi positif bagi masyarakat setempat. Dia menambahkan, kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan nilai tambah yang tidak hanya bersifat finansial bagi kedua belah pihak, tetapi juga untuk masyarakat umum. Dengan telah terjalinnya kerja sama antara BSG dan Mega Corpora, kini BPD ini resmi memenuhi ketentuan modal inti yang ditetapkan oleh OJK. Diharapkan, langkah ini akan menjadikan dampak positif bagi masyarakat di Sulawesi Utara dan Gorontalo. ANTARA