JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini sedang mengarahkan perhatian pada upaya penanggulangan banjir yang lebih fokus di wilayah selatan. Hal ini dilakukan mengingat adanya pergeseran pola banjir yang kini lebih sering melanda Jakarta Selatan dibandingkan wilayah utara. Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi, menjelaskan bahwa saat ini banjir tidak hanya terjadi di Jakarta Utara, tetapi kecenderungannya telah beralih ke Jakarta Selatan. Oleh karena itu, konsep *blueprint* penanggulangan banjir pun perlu disesuaikan dengan kondisi ini dan juga mempertimbangkan wilayah Jakarta Timur. Heru menambahkan, penurunan muka tanah yang terjadi di sejumlah titik di Jakarta Selatan menjadi perhatian penting. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah berencana membangun embung dan sistem *pompanisasi* di kawasan-kawasan strategis seperti Kemang. Pembangunan embung dan waduk menjadi bagian integral dari program pemerintah untuk meningkatkan daya tahan kota terhadap berbagai bencana, termasuk banjir. Heru juga mengungkapkan bahwa saat ini progres pembangunan waduk dan embung di beberapa wilayah, seperti Jakarta Timur dan Jakarta Utara, terus berjalan. "Di Jakarta Utara, kami telah membangun cukup banyak rumah pompa serta beberapa waduk besar. Di Jakarta Timur juga telah ada banyak embung dan waduk yang membuat kawasan tersebut relatif aman," ungkapnya. Untuk wilayah Jakarta Selatan, tahun ini Pemerintah Kota menambahkan dua embung baru sebagai langkah mengurangi dampak banjir. Lokasi pembangunan embung tersebut berada di Jalan Pemuda, Jagakarsa, serta di SDN 01 Pesanggrahan. Keduanya ditargetkan selesai pada akhir bulan November 2024. Banjir yang melanda Jakarta dan sekitarnya terjadi bukan hanya akibat faktor alam, tetapi juga disebabkan oleh penggunaan air tanah secara berlebihan untuk kebutuhan rumah tangga maupun industri, yang pada akhirnya menyebabkan penurunan muka tanah. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, melalui Dinas Sumber Daya Air, telah menyiapkan berbagai langkah untuk menanggulangi masalah banjir. Langkah-langkah tersebut mencakup pembangunan infrastruktur yang memadai, pengerahan petugas ke titik-titik strategis, serta implementasi skema terintegrasi dalam penanganan bencana banjir. ANTARA