**Borneonews - Banjarbaru**, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Mikro Provinsi Kalimantan Selatan (Disnakop UKM Kalsel) baru-baru ini melaksanakan pelatihan bagi 60 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Fokus dari pelatihan ini adalah pengelolaan keuangan dan pengembangan kemitraan bisnis.
Kepala Dinas Koperasi Provinsi Kalsel, Gusti Yanuar Noor Rifai, menyampaikan harapannya agar para peserta dapat menginternalisasi jiwa wirausaha yang kuat. Menurutnya, pengelolaan usaha dan keuangan harus dilakukan dengan pendekatan yang komprehensif. Pelatihan ini diadakan di Balai Pelatihan Koperasi Kalsel dan berlangsung selama empat hari, dari 15 hingga 18 Oktober 2024. Peserta dalam program ini terdiri dari 30 kelompok UMKM yang telah dibina oleh Dinas Koperasi di berbagai kabupaten dan kota di Kalsel.
Yanuar juga menekankan pentingnya para pelaku UMKM untuk memanfaatkan kemajuan teknologi dan digitalisasi. Kemajuan ini sangat diperlukan untuk meningkatkan penjualan, efisiensi produksi, serta pengelolaan keuangan, di samping aspek pemasaran produk mereka. Dengan demikian, diharapkan para pelakunya menjadi lebih adaptif terhadap perubahan yang terjadi dalam dunia bisnis.
Lebih lanjut, Yanuar memotivasi pelaku UMKM agar memiliki kemampuan untuk mengembangkan kemitraan bisnis yang solid. Dia menyebutkan pentingnya memiliki sikap mental yang aktif, kreatif, inovatif, dan percaya diri, dengan orientasi yang jelas menuju masa depan. Semua ini merupakan kunci untuk keberhasilan dalam berwirausaha.
Sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di kalangan pelaku UMKM, Dinas Koperasi berkomitmen memberikan pelatihan dan pembekalan. Hal ini diharapkan dapat berkontribusi positif dalam pengembangan perekonomian masyarakat secara keseluruhan.
"Kita ingin memberikan pemahaman yang jelas mengenai langkah-langkah strategis dalam membangun kemitraan usaha, termasuk pengembangan yang tepat," jelas Yanuar.
Selain itu, pelaku UMKM dalam pelatihan ini juga diberikan pemahaman penting mengenai pengembangan *brand* produk, serta teknik dan strategi pemasaran yang efektif. Mereka diajarkan untuk melakukan *branding* secara kolaboratif dengan mitra bisnis, termasuk pemasok dan distributor, agar produk mereka dapat dikenal lebih luas di pasaran.
ANTARA
Pemprov Kalsel Latih UMKM dalam Pengelolaan Keuangan dan Kemitraan
Bagikan:

BANJARMASIN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Tokoh Lintas Agama Kalteng Tekankan Kebersamaan Hadapi Kemarau dan Karhutla
Flick Lawan Mourinho Serasa Superman vs Batman
Kepala DLH Palangka Raya Tinjau Langsung Pengelolaan Sampah di Dua Kecamatan
Polri Pantau Kawasan Konservasi Perkuat Perlindungan Orang Utan
Bupati Kobar Bermalam di TNTP Pantau Pemadaman Karhutla dan Kebutuhan Relawan
Dana Rp240 Miliar Disalurkan untuk Tangani Karhutla di Kalbar
Komentar (0)
Memuat komentar…







