BANTEN –
**Borneonews - Lebak**, SMAN 1 Kalanganyar yang terletak di Kabupaten Lebak, Banten, kini tengah mengembangkan budidaya tanaman anggur hijau sebagai salah satu cara untuk meningkatkan keterampilan kewirausahaan di kalangan siswa. Inisiatif ini bertujuan agar para pelajar lebih tertarik pada bidang pertanian yang diketahui memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan. Kepala SMAN 1 Kalanganyar, Ervin Sulistiawati, menjelaskan bahwa pengembangan budidaya tanaman anggur ini merupakan salah satu langkah dalam penerapan *Kurikulum Merdeka*. Kurikulum ini dirancang agar siswa tidak hanya belajar teori di dalam kelas, tetapi juga dapat menerapkan ilmu yang mereka peroleh dalam praktik, khususnya di bidang hortikultura. Sekolah ini menerapkan proyek percontohan yang berfokus pada penguatan profil pelajar Pancasila melalui budidaya tanaman anggur hijau. Menariknya, hasil dari budidaya tanaman ini memuaskan, di mana panen dapat dilakukan dua kali dalam setahun. Dengan demikian, diharapkan para siswa dapat melanjutkan budidaya ini di rumah masing-masing dengan memanfaatkan stek batang tanaman yang telah tersedia. Ervin juga menambahkan bahwa mereka optimistis Kecamatan Kalanganyar dapat menjadi pusat penghasil anggur hijau di masa yang akan datang, yang tentunya akan berdampak positif terhadap ekonomi masyarakat setempat. Faktor cuaca di daerah tersebut sangat mendukung untuk pengembangan tanaman anggur hijau, sehingga peluang ini menjadi semakin besar. Pengembangan pertanian anggur hijau ini dilakukan dengan kolaborasi bersama Dinas Pertanian Kabupaten Lebak dan tenaga penyuluh pertanian. Sementara itu, Muhamad Roja, Kepala Bagian Kesiswaan SMAN 1 Kalanganyar, menekankan bahwa budidaya tanaman anggur ini memiliki potensi yang besar, mengingat luasnya lahan pertanian yang tersedia. Ia juga mengungkapkan bahwa sebagian besar dari 465 siswa di sekolah ini berasal dari keluarga petani, sehingga mereka memiliki latar belakang yang relevan dengan kegiatan pertanian. Saat ini, tanaman anggur yang dikembangkan di sekolah tersebut telah menunjukkan hasil yang baik dengan panen yang bisa dilakukan dua kali dalam satu tahun. Budidaya ini dilakukan melalui proses stek batang, yang memungkinkan tanaman untuk mulai berproduksi dalam waktu satu tahun. Dengan dukungan *Kurikulum Merdeka*, diharapkan siswa tidak hanya memperoleh keterampilan agraris, tetapi juga semangat kewirausahaan yang kuat. Inisiatif ini berpotensi membuka peluang baru bagi siswa dan komunitas secara luas dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa mendatang. ANTARA