BORNEONEWS, Nanga Bulik - Pelanggan PT. PLN Rayon Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, mengeluhkan aliran listrik yang hampir tiap hari terjadi biarpet. Pasalnya, listrik merupakan kebutuhan dasar yang menjadi andalan masyarakat dalam menunjang aktivitas sehari-hari.

"Tiap hari listrik (PLN) mati, jadwalnyapun tidak pernah menentu, kadang matinya pagi sampai siang atau terkadang jadwalnya mulai petang hingga tengah malam," keluh warga Jalan Batu Batu Batanggui, Nanga Bulik, Wahyudi (33), Rabu (31/8/2016).

Pria yang akrab disapa Yudi itu juga mengaku sangat terganggu dengan kondisi listrik PLN yang seringkali mengalami gangguan hingga mengakibatkan pemadaman. Apalagi, kata dia, di rumahnya saat ini ada anaknya yang masih balita, sehingga jika listrik malam hari padam, kondisi di dalam rumah menjadi sumuk karena kipas angin tidak bisa dinyalakan, sehingga anaknya sulit untuk tidur.

"Kalau listrik mati pagi hari, otomatis istri tidak bisa mengurus urusan rumah tangga, seperti mencuci menggunakan mesin cuci atau setrika, belum lagi air jet pump otomatis tersendat, repot pokoknya," tuturnya.

Dia bahkan mengaku, selama pemadaman yang seringkali mencapai 5 jam lebih tiap hari, warga tidak mendapat informasi atau pengumuman sampai kapan kondisi gangguan listrik PLN ini berlangsung.

Seorang warga jalan Tjilik Riwut, Nanga Bulik, Amang Banjar (42), juga mengaku bahwa pemadaman listrik oleh PLN akhir-akhir ini sangat membuat kerepotan bukan main, terlebih profesinya adalah sebagai orang yang membuka jasa service alat-alat elektronik yang notabene mengandalkan kelistrikan.

"Waduh repot pokoknya, baru mau mulai kerja, eh listrik PLN tiba-tiba mati, bukan sebentar-sebentar, malah berjam-jam setiap hari. Terpaksa kita pake listrik Genset atau Acu. Tapi kan modalnya jadi mahal. Biasa sehari bisa selesai perbaiki elekronik (TV) 4-5 biji, sejak listrik PLN kerap mati, dapat menyelesaikan service dua unit TV aja sudah untung," bebernya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Rabu (31/8/2016), Manager PLN Rayon Nanga Bulik, Aditya Yudanto, mengakui pihaknya dalam kurun waktu beberapa hari terakhir melakukan pemadam bergilir. Hal tersebut dilakukan karena adanya gangguan kerusakan di dua mesin PLTD sewaan, di Simpang Sepaku, Desa Kujan. Serta kerusakan dinamo starter di mesin pembangkit yang berada di Gardu induk PLN.

Akibat hal tersebut, kata Adit, PLN Rayon Nanga Bulik mengalami devisit daya sebesar 900 KW. Saat ini dua mesin PLTD sewaan yang di Simpang sepaku mengalami kerusakan, ditambah lagi adanya kerusakan dinamo starter pada pembangkit di Gardu PLN.

"Akibatnya, untuk sementara ini kita hanya mengandalkan mesin yang ada di Gardu induk. Namun, PLN masih mengalami defisit daya sebesar 900 KW utamanya saat mesin mengalami beban puncak," sebutnya.

SULIT CARI SPARE PART

Adit juga menambahkan, lambatnya penanganan gangguan kerusakan dinamo di mesin pembangkit yang ada di Gardu induk saat ini juga disebabkan sulitnya mencari spare part untuk mesin yang rusak tersebut.

Menurutnya, spare part untuk dinamo pembangkit tersebut bahkan sudah langka dan sulit dicari di Indonesia. "Spare part-nya sulit dicari di Indonesia untuk mesin itu," katanya.

Dirinya juga mengaku, belum dapat menentukan sampai kapan gangguan yang mengakibatkan terjadinya pemadaman bergilir ini berakhir. Pihaknya hanya memastikan. kini tengah berkoordinasi dengan PLN berbagai Rayon dan PLN Palangka Raya untuk mengatasi persoalan yang ada.

"Waduh, kalau terkait sampai kapan, kami belum bisa memberi kepastian. Tapi segala cara sedang kami lakukan, mudah-mudahan permasalahannya dapat di selesaikan dalam waktu yang tidak lama," katanya. (HENDI NURFALAH/N).