MATARAM –
**Borneonews - Mataram**, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan di Nusa Tenggara Barat (NTB) masih menunjukkan surplus yang signifikan. Pada bulan September 2024, surplus tercatat mencapai 228,89 juta dolar AS. Ketua Tim Statistik Distribusi dan Jasa BPS NTB, Muhamad Saphoan, menyampaikan bahwa angka ini menunjukkan perbedaan yang mencolok jika dibandingkan dengan surplus di bulan yang sama tahun sebelumnya, yang hanya mencapai 52,20 juta dolar AS. Peningkatan ini menandakan perkembangan positif dalam perekonomian daerah. Pada bulan September 2024, nilai ekspor NTB mencapai 244,14 juta dolar AS. Dari total ekspor tersebut, kontribusi terbesar berasal dari barang galian, yang menyumbang sebesar 238,92 juta dolar AS atau sekitar 97,86 persen dari total ekspor. Sementara itu, ekspor ikan dan udang tercatat sebesar 3,54 juta dolar AS (1,45 persen), dan perhiasan mutiara mencapai 1,03 juta dolar AS (0,42 persen). China menjadi negara tujuan ekspor utama, dengan porsi mencapai 78,42 persen. Selain itu, Jepang dan Amerika Serikat juga termasuk dalam daftar negara tujuan ekspor dengan masing-masing kontribusi sebesar 19,61 persen dan 1,38 persen. Di sisi lain, nilai impor NTB selama bulan lalu terdaftar sebesar 15,25 juta dolar AS. Kelompok komoditas impor terbesar terdiri dari mesin-mesin/pesawat mekanik, yang mencakup nilai 13,26 juta dolar AS (86,95 persen). Selain itu, mesin dan peralatan listrik tercatat sebesar 1,13 juta dolar AS (7,39 persen), sedangkan benda-benda dari besi dan baja mencapai 463.232 dolar AS (3,04 persen), dan besi serta baja sebesar 178.562 dolar AS (1,17 persen). Negara asal impor terbanyak adalah India dengan kontribusi sebesar 48,41 persen, diikuti oleh Singapura (22,10 persen), Italia (11,46 persen), Australia (8,60 persen), dan Amerika Serikat (6,78 persen). Semua negara lainnya mengakumulasi kontribusi sebesar 6,60 persen. Saphoan juga menambahkan bahwa secara kumulatif, neraca perdagangan NTB dari triwulan I hingga triwulan III tahun 2024 terus mencatat surplus yang cukup tinggi. "Total surplus mencapai 1,52 juta dolar AS mulai Januari hingga September 2024," ungkapnya. Ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi di NTB berada pada jalur yang positif. ANTARA