PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada tahun 2022 hingga 2024, sejumlah lembaga di Kalimantan Tengah mengikuti program pembinaan yang bertujuan untuk mengutamakan penggunaan bahasa negara, yaitu bahasa Indonesia. Program ini diharapkan dapat menjadikan para penerima penghargaan sebagai teladan dalam pengutamaan bahasa negara di wilayah tersebut.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Muis dalam acara Evaluasi dan Apresiasi Pembinaan Lembaga dalam Pengutamaan Bahasa Negara. Acara ini berlangsung di Hotel Aquarius Palangka Raya dan dihadiri oleh 94 peserta yang merupakan perwakilan dari 47 lembaga yang telah dibina sejak tahun 2022 hingga 2024.

Muis menyampaikan pentingnya pengutamaan bahasa Indonesia sesuai dengan konsep Trigatra Bangun Bahasa. Menurutnya, setiap bahasa memiliki kedudukan dan perlakuan yang berbeda.

"Bahasa Indonesia harus diutamakan sebagai bahasa negara, sementara bahasa daerah harus dilestarikan dan bahasa asing perlu dikuasai," kata Muis.

Sementara itu Kasubbag Umum Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, R Hery Budhiono mendukung pernyataan tersebut dengan menyoroti kondisi penggunaan bahasa negara di berbagai lembaga.

Ia menekankan bahwa komitmen dan standar manajemen lembaga menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengutamaan bahasa negara.

"Meskipun berbagai kendala dihadapi, program pembinaan ini telah memberikan dampak positif bagi lembaga-lembaga yang terlibat," jelas Hery.

Dalam acara tersebut, tema "Mengutamakan Bahasa Indonesia, Memartabatkan Bangsa" diusung untuk menegaskan pentingnya bahasa Indonesia dalam memperkuat identitas dan martabat bangsa. Lembaga-lembaga yang mengikuti program ini diharapkan dapat menjadi lebih bermartabat dengan mengutamakan penggunaan bahasa negara dalam setiap aspek kegiatannya.

"Program pembinaan ini tidak hanya berfokus pada penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik, tetapi juga dalam dokumen resmi dan komunikasi internal lembaga. Hal ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pengutamaan bahasa negara secara menyeluruh," jelas Hery lagi.

Dengan adanya program ini, diharapkan penggunaan bahasa Indonesia di Kalimantan Tengah dapat semakin meningkat dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya pelestarian dan pengutamaan bahasa negara.

"Program ini juga menjadi langkah konkret dalam menjaga keberagaman bahasa di Indonesia, dengan tetap mengutamakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu bangsa," bebernya. (TESTI PRISCILLA/j)