BORNEONEWS, Sampit – Seluruh fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sepakat untuk melanjutkan pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (RAPBD-P) Tahun Anggaran 2024. Kesepakatan ini disampaikan dalam Rapat Paripurna terkait Penyampaian Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Kotim mengenai RAPBD Perubahan 2024.
Fraksi PDIP, melalui perwakilannya M. Hafiz, menyatakan persetujuan untuk melanjutkan pembahasan RAPBD-P dengan beberapa catatan. Mereka meminta penjelasan mengenai peningkatan anggaran belanja dan sektor yang mendapat pembiayaan tambahan.
Ketua Fraksi Gerindra, Rambat, menyatakan pihaknya sependapat dengan pandangan Pj. Bupati Kotim, Shalahuddin, terkait RAPBD Perubahan.
Sementara itu, Ketua Fraksi Golkar, Abdul Kadir, menyampaikan beberapa poin penting, di antaranya belum terlihat perkembangan kuantitatif dan kualitatif program hingga September 2024, kekhawatiran mengenai potensitidak tercapainya rencana anggaran tahun 2024, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru mencapai 40,45 persen disisa waktu yang kurang lebih 2 bulan.
Lanjutnya pentingnya fokus pembangunan infrastruktur, terutama drainase, serta percepatan penyaluran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Permintaan penjelasan terkait tenaga kontrak (tekon) menjelang akhir tahun. Kemudian Laporan kinerja BUMD yang baru mencapai 6,9 persen dari target.
--page
Fraksi PAN melalui Eddy Mashamy, Fraksi PKB diwakili Memey Wulandari, dan Fraksi PKS-Nasdem melalui Noor Aprilly, juga sepakat untuk melanjutkan pembahasan RAPBD Perubahan 2024.
Sementara itu, Pjs Bupati Kotim, Shalahuddin, menyampaikan apresiasi atas pandangan dan saran dari seluruh fraksi. Ia menyatakan bahwa pihak eksekutif siap melanjutkan pembahasan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.
Adapun kompsisi RAPBD Perubahan TahunAnggaran2024 yaitu, asumsi pendapatan daerah tetap di angka Rp2,428 triliun. Namun, belanja daerah meningkat dari Rp2,474 triliun menjadi Rp2,491 triliun, menambah defisit anggaran dari Rp46,48 miliar menjadi Rp63,23 miliar. Penerimaan pembiayaan mengalami peningkatan signifikan dari Rp61,76 miliar menjadi Rp234,10 miliar, dengan tambahan Rp172,34 miliar. Pengeluaran pembiayaan tetap di angka Rp15,28 miliar, dan netto berubah dari Rp46,485 miliar menjadi Rp218,82 miliar.
"Harapan kita pembahasan RAPBD Perubahan 2024 dapat berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kotim," pungkas Shalahuddin. (DEWI PATMALASARI/y)









