SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) menyoroti kenaikan signifikan dalam komponen penerimaan pembiayaan pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Perubahan Tahun 2024. Sekretaris Fraksi PDIP DPRD Kotim, M Hafiz, meminta penjelasan terkait rincian dan pemanfaatan tambahan dana tersebut untuk memastikan anggaran digunakan secara efektif dan transparan.

"Salah satu poin penting dalam RAPBD Perubahan 2024 adalah penerimaan pembiayaan yang mengalami kenaikan signifikan sebesar Rp 172.341.472.908, dari Rp 61.765.301.000 menjadi Rp 234.106.773.908. Mohon penjelasannya penerimaan pembiayaan yang kenaikannya cukup signifikan dan penerimaan pembiayaan pada sektor apa saja," kata Hafiz, dalam rapat paripurna, Selasa, 15 Oktober 2024.

Menurut M Hafiz, peraturan daerah tentang APBD merupakan kerangka kebijakan publik yang mengatur hak dan kewajiban pemerintah daerah serta masyarakat. APBD disusun dengan pendekatan kinerja berdasarkan prinsip efektif, efisien, transparan, dan bertanggung jawab, dengan mempertimbangkan asas keadilan, kepatutan, dan kemanfaatan bagi masyarakat.

“Perubahan APBD merupakan respons pemerintah daerah terhadap perkembangan terbaru, yang dapat memengaruhi peningkatan atau penurunan anggaran pendapatan, belanja, maupun pembiayaan. Oleh karena itu, perubahan APBD memerlukan evaluasi menyeluruh,” ujarnya. 

Fraksi PDIP juga mencermati bahwa belanja dalam RAPBD Perubahan 2024 meningkat sebesar Rp16.747.170.950.

--page

“Kami meminta penjelasan lebih lanjut mengenai penggunaan tambahan belanja tersebut. Untuk kegiatan apa saja alokasi anggaran ini digunakan. Apakah peningkatan ini menyasar program prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat,” tambahnya. 

Berikut adalah RAPBD Perubahan Tahun Anggaran 2024 yang disampaikan eksekutif:

Asumsi Pendapatan Sebelum Perubahan Rp 2.428.261.420.400, Setelah Perubahan Rp2.428.261.420.400, Perubahan Rp 0. Kemudian Asumsi Belanja Sebelum Perubahan Rp2.474.746.721.400, Setelah Perubahan Rp2.491.493.892.350, bertambah: Rp16.747.170.950. Defisit sebelum perubahan Rp 46.485.301.000, setelah perubahan Rp63.232.471.950, bertambah Rp16.747.170.950

Pembiayaan, penerimaan pembiayaan sebelum Perubahan Rp61.765.301.000, setelah Perubahan Rp234.106.773.908, bertambah Rp172.341.472.908.

Pengeluaran Pembiayaan sebelum Perubahan Rp 15.280.000.000, setelah Perubahan Rp15.280.000.000, tidak ada perubahan. Pembiayaan Netto sebelum perubahan Rp46.485.301.000, setelah Perubahan Rp218.826.773.908, bertambah Rp172.341.472.908. (DEWI PATMALASARI/Y)