BORNEONEWS, Sukamara – Kualitas pengerjaan peningkatan Jalan M Saleh yang mengarah ke SMPN 3 Sukamara dipertanyakan. Seperti untuk Lapisan Pondasi Atas (LPA) dinilai tidak terlalu padat, sebab campuran batu tidak merata dan dikhawatirkan membuat aspal tidak bertahan lama.
“Kalau material batu dihampar di bagian atas saja setelah itu digilas, tidak akan mempunyai daya ikat yang kuat karena bagian bawah tanah belum tercampur dengan batu,” kata Ucup, seorang tokoh masyarakat Sukamara, Rabu (31/8/2016).
Ucup mengatakan, melihat kondisi peningkatan jalan tersebut belum memuaskan. Karena dalam pengerjaannya, campuran batu yang tidak merata, semestinya saat penghamparan tanah sudah tercampur dengan batu, sehingga mempunyai daya ikat kuat untuk proses pemadatan.
Dengan kondisi lapisan yang dikerjakan tersebut, apabila penanganan jalan dilanjutkan dengan proses pengaspalan dikhawatirkan hasil pekerjaan tidak bisa bertahan lama dan cepat rusak karena LPA bagian bawah aspal kurang kokoh.
“Kondisi tersebut tentu merugikan masyarakat sebagai pengguna jalan akibat kualitas pekerjaan yang tidak diperhatikan,” tegasnya.
Untuk itu warga berharap dinas terkait harus selalu aktif melakukan pengawasan saat pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Sebab jika pengawasan kurang dilakukan, maka kemungkinan dan potensi dikerjakan tidak sesuai dengan teknis cukup besar.
“Seharusnya saat pengerjaan dilakukan dinas terkait maupun pihak konsultan pengawas hadir mengawasi proses pengerjaan, sehingga bisa memastikan kualitasnya,” ucap Ucup.
Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Sukamara, Chandra F. Asmara dikonfirmasi menyatakan pihaknya telah turun ke lapangan dan hasil uji laboratorium menunjukkan memang benar ada kekurangan campuran batu, namun kondisi tersebut ditemukan pada Lapisan Pondasi Bawah (LPB). Pihaknya telah memerintahkan kontraktor pekerjaan melakukan perbaikan dan telah dilaksanakan dengan pengawasan pihaknya.
“Yang menjadi permasalahan sebenarnya pada LPB. Setelah kami cek dan uji lab memang kurang campuran batunya. Tetapi itu sudah diperbaiki oleh kontraktor. Untuk LPA juga sudah dikerjakan, tetapi kami belum melakukan analisa campurannya, silakan ikut nanti melihat langsung ke lapangan,” ujar Chandra. (NORHASANAH/N).








