BORNEONEWS, Palangka Raya – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalteng rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) mencakup bidang sosial, budaya dan kehidupan beragama termasuk kesehatan.
“Bahwa sasaran yang ditetapkan adalah meningkatnya umur harapan hidup (UHH) menjadi 72 tahun,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalteng, Suyuti Syamsul, saat Pelatihan Penanganan Kegawatdaruratan, baru baru ini.
Kemudian menargetkan menurunnya angka kematian bayi (AKB) menjadi 24 per 1.000 kelahiran hidup, menurunnya angka kematian ibu (AKI) menjadi 118 per 100.000 kelahiran hidup.
Termasuk menargetkan penurunan prevalensi gizi kurang pada anak balita menjadi setinggi-tingginya hanya menyentuh 15 persen.
Suyuti menyampaikan, berbagai upaya yang telah dilakukan untuk pencapaian sasaran RPJMN menunjukkan AKI yang semula 334/100.000 pada tahun 1997, dalam kurun waktu 10 tahun turun menjadi 228/100.000 berdasarkan hasil survei dasar kesehatan Indonesia 2007 (SDKI, 2007).
--page
Selanjutnya berdasarkan hasil survei penduduk antar sensus (SUPAS) 2015 di Indonesia, AKI adalah 305 / 100.000 kelahiran hidup.
Lain halnya dengan AKB turun dari 46/1.000 kelahiran hidup pada tahun 1999 menjadi 24/1.000 KH berdasarkan SDKI 2017.
Pada survey yang sama, angka kematian neonatal adalah 32/1000 kelahiran hidup (SDKI, 1991) turun menjadi 15/1000 kelahiran hidup (SDKI, 2017). (HERMAWAN DP/Y)









