BORNEONEWS, Palangka Raya – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Tengah (Kalteng) mengingatkan langkah pencegahan kematian ibu dan anak dalam persalinan.
“Salah satu upaya dalam percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) adalah memberikan perhatian serius di dalam mengatasi masalah komplikasi pada saat kehamilan, persalinan dan nifas,” ucap Kepala Dinkes Kalteng, Suyuti Syamsul saat Pelatihan Penanganan Kegawatdaruratan, baru baru ini.
Ia menambahkan, diperkirakan 15–20 persen kehamilan dan persalinan akan mengalami komplikasi. Sebagian komplikasi ini dapat mengancam jiwa, tetapi sebagian besar komplikasi dapat dicegah.
Pencegahan dapat sukses apabila ibu segera mencari pertolongan ke tenaga kesehatan, tenaga kesehatan melakukan prosedur penanganan yang sesuai.
Langkah penanganan ini antara lain penggunaan partograf untuk memantau perkembangan persalinan, dan pelaksanaan manajemen aktif kala III (MAK III) untuk mencegah perdarahan pasca-salin.
--page
Pencegahan lain, tenaga kesehatan mampu melakukan identifikasi dini komplikasi, apabila komplikasi terjadi, tenaga kesehatan dapat memberikan pertolongan pertama dan melakukan tindakan stabilisasi pasien sebelum melakukan rujukan.
Selanjutnya, proses rujukan perlu dilakukan secara efektif, serta pelayanan di Rumah Sakit yang cepat dan tepat guna. (HERMAWAN DP/Y)









