PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sehubungan dengan akan diselenggarakannya Konferensi Tata Lingkungan Tahun 2024 Better Environment for Sustainable Investment Toward "Indonesia Emas 2045" oleh Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Balai Pemantapan Kawasan Hutan dan Tata Lingkungan Wilayah I Medan mengadakan Rapat Koordinasi Tata Lingkungan Regional Sumatera Utara dan Sumatera Barat pada 14-16 Oktober 2024.

"Konferensi ini bertujuan untuk merumuskan strategi dan kebijakan lingkungan yang mendukung investasi berkelanjutan menuju visi Indonesia Emas 2045," kata Kepala Dinas LHK Provinsi Sumatera Utara, Yuliani Siregar membuka kegiatan.

Sementara itu Kepala Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah I Medan, Fernando L Tobing, juga memberikan sambutan, menekankan pentingnya kolaborasi dalam mencapai tujuan lingkungan yang berkelanjutan.

Sementara itu Ketua Program Studi S2 dan S3 PSL SPs USU, Profesor Rahmawaty bertindak sebagai moderator dalam kegiatan tersebut.

"Hari ini acara rapat koordinasi tata lingkungan regional Sumut dan Sumbar 2024, saya sebagai Moderator," kata Prof Rahmawaty kepada Borneonews.

Banyak narasumber juga dihadirkan dalam kegiatan ini. Mulai dari Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Penatagunaan Hutan, Dinas LHK Provinsi Sumut, Asep Perry Muhammad Athorlez, menyampaikan materi tentang SDM dan kelembagaan lingkungan, menekankan pentingnya penguatan kapasitas dan struktur kelembagaan dalam pengelolaan lingkungan.

Tasliatul Fuaddi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat, dan Tarsudi, Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Bappelitbang Provinsi Sumut, turut hadir sebagai narasumber. Mereka membahas inovasi kebijakan lingkungan hidup untuk mengatasi Triple Planetary Crisis, yaitu perubahan iklim, polusi, dan hilangnya keanekaragaman hayati.

Sementara itu Prof Zulkifli Nasution, Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, menyampaikan materi tentang optimalisasi teknologi dan inovasi untuk pemulihan lingkungan. Beliau menekankan pentingnya penerapan teknologi ramah lingkungan dalam upaya pemulihan ekosistem yang rusak.

Adosan Nasution, Professional Manager Divisi Strategi dan Transformasi PT Bank Sumut, membahas keberlanjutan finansial dalam tata kelola lingkungan. Sementara itu, Al Jufri, Executive Vice President Bussiness Development and Strategy PT Indonesia Asahan Aluminium, memaparkan inovasi hijau dan penguatan pola investasi untuk keberlanjutan lingkungan. (TESTI PRISCILLA/H)