BORNEONEWS, Palangka Raya - Pj Wali Kota Palangka Raya, Hera Nugrahayu, mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati terhadap ancaman bahaya kebakaran dan non kebakaran di kota tersebut.

Imbauan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Palangka Raya Nomor 364.1/0919/DPKP/Bid.1/IX/2024.

Hera Nugrahayu meminta masyarakat untuk lebih intensif memastikan kelayakan sarana prasarana proteksi kebakaran dan prosedur penanganan kebakaran, terutama di bangunan tinggal di daerah padat hunian, perkantoran, tempat usaha, dan fasilitas publik seperti pasar.

"Masyarakat diimbau untuk mewaspadai penyebab kebakaran seperti listrik, kompor, lilin, lampu minyak tanah, puntung rokok, obat nyamuk bakar, produk kimia, perangkat elektronik, pembakaran sampah, mesin genset, beban stop kontak dan rumah tangga. Pastikan semua dalam keadaan aman," ujar Hera Nugrahayu, Rabu, 16 Oktober 2024.

Hera Nugrahayu juga meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bangunan rumah, barak/kos, pos/gardu lingkungan, atau gedung yang sudah lama tidak ditempati/berpenghuni dan telah dibiarkan kosong. Hal ini mengingat sasaran utama pembakaran seringkali adalah tempat-tempat kosong.

"Pengurus Lingkungan RT dan RW diminta untuk mewaspadai terhadap penyalahgunaan dan pengrusakan atau pembakaran oleh oknum yang tidak bertanggung jawab," imbau Hera Nugrahayu.

Selain itu, Hera Nugrahayu juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati jika membakar sampah, terutama pada saat hari panas, di siang hari, atau dekat bangunan rumah. Masyarakat juga diminta untuk selalu mengawasi aktivitas pembakaran sampah.

Hera Nugrahayu juga mengingatkan masyarakat untuk melarang anak-anak bermain air di luar rumah dan tidak memanfaatkan kondisi air tergenang untuk berenang dan bermain ketika air menggenangi permukaan tanah, halaman, jalan, bahkan rumah/bangunan.

"Terakhir, mengingat beberapa waktu terakhir ini sering terjadi serangan satwa liar, seperti ular, tawon, dan biawak, yang memasuki pemukiman warga, masyarakat diimbau untuk berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan terutama bagi masyarakat yang berada di sekitar lahan belukar, daerah aliran air, dan genangan air," tutup Hera Nugrahayu. (PATHUR/H)