SEMARANG –
**Borneonews - Boyolali**, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, telah melakukan pengiriman bantuan air bersih ke sembilan kecamatan yang terdampak kekeringan. Sejak awal musim kemarau hingga Oktober 2024, BPBD telah mendistribusikan total 216 tangki air bersih, dengan kapasitas mencapai 1.112.000 liter. Kepala Pelaksana BPBD Boyolali, Suratno, mengungkapkan bahwa wilayah yang awalnya menerima bantuan air bersih mencakup delapan kecamatan, namun kemudian bertambah satu lagi menjadi sembilan kecamatan. Wilayah yang mengalami kekeringan tersebut meliputi Cepogo, Wonosegoro, Juwangi, Wonosamodro, Kemusu, Tamansari, Selo, Andong, dan Gladagsari. Distribusi bantuan air bersih paling besar terjadi di Kecamatan Cepogo, dengan total 49 tangki atau setara dengan 228.000 liter. Selanjutnya, di Kecamatan Wonosegoro terdapat 34 tangki, diikuti oleh Juwangi dengan 32 tangki, dan Wonosamodro yang juga menerima 28 tangki. Kecamatan Kemusu dan Tamansari masing-masing mendapatkan 22 tangki, sedangkan Selo menerima 15 tangki, Andong 9 tangki, dan Gladagsari 5 tangki. Suratno menambahkan bahwa Kecamatan Selo juga menerima tambahan bantuan air bersih. Distribusi kali ini dilakukan di Desa Senden, di mana masyarakat sangat membutuhkan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. BPBD telah mengirimkan 15 tangki atau sekitar 75.000 liter air untuk warga di desa tersebut. Secara keseluruhan, sekitar 10.489 individu yang tinggal di 66 dukuh di 24 desa/kelurahan di sembilan kecamatan telah menerima bantuan air bersih. Penetapan yang dikeluarkan oleh Bupati Boyolali mencatat bahwa terdapat 11 kecamatan yang berada dalam status siaga darurat kekeringan, dan tujuh kecamatan lainnya berada dalam status siaga darurat terkait kebakaran hutan dan lahan. Untuk mengatasi masalah kekeringan, pihak pemerintah telah mengalokasikan anggaran dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemkab Boyolali tahun 2024 sebesar Rp176.086.000. Kondisi kekeringan yang terjadi saat ini dinilai tidak separah tahun-tahun sebelumnya. Suratno berharap bahwa upaya penanganan kekeringan pada tahun ini dapat dilakukan dengan lebih baik. BPBD berkomitmen untuk selalu siap membantu masyarakat yang membutuhkan pasokan air bersih. Selain itu, BPBD juga mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga keberlanjutan sumber-sumber air yang ada dan waspada terhadap kemungkinan kebakaran lahan yang sering terjadi pada musim kemarau. Kebakaran lahan umumnya dipicu oleh perilaku masyarakat yang membakar sampah tanpa pengawasan yang memadai, sehingga meninggalkan bara api yang dapat menyebabkan kebakaran lebih besar. ANTARA