PONTIANAK –
**Borneonews - Pontianak**, Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Ani Sofian menegaskan komitmen pemerintah kota dalam menciptakan iklim investasi yang berkelanjutan. Dalam menghadiri Kapuas Economic Forum (KEF) di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalbar, Ani mengungkapkan perlunya sinergi antara kebijakan pusat dengan daerah untuk mencapai tujuan tersebut. Menurutnya, langkah strategis untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif di Pontianak, serta di Kalimantan Barat secara umum, terletak pada kerjasama yang erat antara pemerintah pusat dan daerah. "Kebijakan yang harmonis akan menghasilkan kepastian hukum dan memudahkan para investor dalam berusaha," jelas Ani. Pemerintah Kota Pontianak telah merancang beberapa langkah konkret untuk mendukung sinergi ini. Salah satunya adalah penyederhanaan proses perizinan melalui sistem *online* yang terintegrasi. Selain itu, peningkatan infrastruktur pendukung, terutama dalam aspek transportasi dan jaringan telekomunikasi, menjadi perhatian penting. Pengembangan sumber daya manusia juga tidak diabaikan. Ani menekankan pentingnya pelatihan dan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri, guna menciptakan tenaga kerja yang kompeten dan siap pakai. Sebagai ibu kota provinsi, Pontianak memainkan peran sentral dalam perekonomian Kalimantan Barat. Namun, Ani mengakui bahwa tantangan yang dihadapi, seperti keterbatasan sumber daya alam, memerlukan pendekatan yang kreatif. "Kita dapat mengeksplorasi potensi sektor jasa melalui industri kreatif, seperti kuliner, seni, dan kegiatan budaya," ungkapnya. Ani juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menerbitkan izin di tengah keterbatasan wilayah Kota Pontianak. Pemerintah berkomitmen untuk memberikan izin dengan cepat, asalkan semua pihak yang mengajukan permohonan dapat melengkapi semua syarat dengan baik. "Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan daya saing Kota Pontianak sebagai tujuan investasi yang menarik. Dengan dukungan kebijakan pusat yang tepat, kami yakin dapat menciptakan ekosistem investasi yang saling menguntungkan," tutur Ani. ANTARA