BANDUNG –
**Borneonews - Bandung**, Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Wilayah Jawa Barat memberikan jaminan bahwa ketersediaan beras untuk masyarakat di daerah tersebut cukup hingga akhir tahun 2024. Pimpinan Bulog Jabar, Saldi Aldryn, mengungkapkan bahwa per hari ini stok beras yang berada di bawah pengelolaan mereka mencapai angka 130.736 ton. Jumlah ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sampai dengan akhir Desember 2024. Saldi mengonfirmasi bahwa hingga saat ini, stok beras yang dimiliki oleh Bulog Jabar tergolong aman. Ia menambahkan bahwa pihaknya terus aktif menyerap hasil panen dari para petani serta melakukan distribusi beras dengan melalui berbagai program seperti *Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan* (SPHP) dan juga bantuan pangan pemerintah. Lebih jauh, Saldi merinci bahwa dari total stok beras sebanyak 130.736 ton, sebanyak 130.116 ton berada di gudang-gudang Bulog, sementara 620 ton masih dalam perjalanan. Bulog Jabar juga berencana untuk mengoptimalkan pengadaan beras lokal, terutama saat musim panen tiba. "Bulog berkomitmen untuk menjaga ketersediaan stok beras. Kami memastikan bahwa distribusi beras di wilayah Jawa Barat, baik melalui program SPHP maupun bantuan pangan pemerintah, dapat berlangsung dengan aman dan lancar," tegasnya. Mengenai pelaksanaan program SPHP, Saldi menyatakan bahwa Bulog Jabar akan terus mengucurkan beras dalam rangka menjaga stabilitas harga beras, melakukan distribusi secara terjadwal di titik-titik strategis, dengan perhatian khusus kepada pedagang di pasar tradisional dan ritel modern. "Kegiatan program SPHP sudah direncanakan di masing-masing kantor cabang, dengan jumlah beras yang disalurkan akan disesuaikan dengan permintaan," ujarnya. Saldi juga menyampaikan, selama tahun 2024, Bulog telah mendistribusikan total 85.352 ton beras di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat. Beras yang masuk dalam program SPHP ini dijual kepada pedagang dengan harga jual maksimal sebesar Rp12.500 per kilogram kepada konsumen. "Jenis beras yang disalurkan dalam program ini adalah kelas medium yang dikemas dalam paket 5 kilogram. Hanya pedagang yang memperoleh beras ini yang dapat menjualnya dengan harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp62.500," tutupnya. ANTARA