BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Peningkatan perekonomian masyarakat Kalteng, merupakan hal yang menjadi salah satu fokus dari pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng Abdul Razak - Sri Suwanto atau yang dikenal dengan Paslon ASRI bila nantinya dipilih masyarakat Kalteng untuk memimpin Bumi Tambun Bungai dalam Pilkada Kalteng 2024.
Menurut Abdul Razak terdapat beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut bila Paslon nomor urut 4 ini terpilih sebagai Gubernur dab Wakil Gubernur Kalteng
"Peningkatkan Kesejahteraan seluruh elemen masyarakat Kalteng bisa dilakukan dengan cara membuka kesempatan kerja baru dibidang pertanian dan khususnya Perkebunan sawit, peternakan, industri pengolahan, hilirisasi hasil perkebunan dan peternakan, perikanan dan kerajinan," jelas Abdul Razak.
Menurut Abdul Razak, upaya riil yang bisa dilakukan diantaranya adalah mengembangkan hasil pertanian dan pangan masyarakat pedesaan.
"Upaya merealisasikan tujuan tersebut bisa dilakukan dengan memberikan berbagi subsidi dan penguatan ekonomi masyarakat, seperti bantuan modal kerja, penyaluran bahan pangan yang merata di seluruh wilayah," jelas Abdul Razak.
Karena, lanjut Abdul Razak, bila Kalteng berhasil mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang merata, akses Kesehatan peningkatan kualitas Pendidikan dan menurunkan angka kemiskinan atau zero poverty.
"Zero poverty bisa dicapai dan ketimpangan kesejahteraan di Kalteng bisa dikurangi, dengan keberpihakan anggaran daerah, berupa peningkatan Pembangunan daerah dengan support provinsi, peningkatan IPM, peningkatan mutu Pendidikan, prioritas penyediaan pangan yang terjangkau dan jika diperlukan subsidi yang lebih," jelas Abdul Razak.
Abdul Razak mengingatkan, salah satu hal dasar untuk mewujudkan cita-cita tersebut adalah peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) ditinjau dari segi kesehatan dan intelektualitas.
"Sangat wajar bila biaya Kesehatan bagi yang tidak mampu bisa dibebaskan dan meringankan biaya Kesehatan bagi yang mempunyai kemampuan. Kemudian membebaskan biaya pendidikan bagi yang tidak mampu dengan berbagai program Membebaskan biaya bagi anak-anak unggul yang dari keluarga tidak mampu dan tetap memperhatikan anak-anak unggul dalam mewujudkan SDM unggul," jelas Abdul Razak.









