JAYAPURA –
**Borneonews - Jayapura**, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menekankan pentingnya netralitas bagi aparat keamanan selama pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Papua. Dengan menjaga netralitas tersebut, diharapkan proses demokrasi dapat berlangsung dengan lancar dan tanpa hambatan. Dalam sebuah pernyataan, Komisioner Kompolnas Poengky Indarty menjelaskan bahwa pihaknya mendapatkan informasi dari Polda Papua mengenai upaya menjaga netralitas, yang kemudian dituangkan dalam sebuah buku saku yang ditujukan untuk seluruh anggota kepolisian di Papua. "Kami mengapresiasi langkah Polda Papua untuk mendokumentasikan komitmen netralitas Polri dalam buku saku tersebut," ujarnya di Jayapura. Indarty menyampaikan harapannya agar buku saku ini dapat menjadi pedoman dan pegangan yang kuat bagi semua anggota kepolisian untuk selalu memegang teguh prinsip netralitas selama berlangsungnya pemilihan. Dia juga menyoroti pentingnya keterbukaan pihak Polri dalam menerima laporan dari masyarakat terkait setiap pelanggaran yang terjadi. "Kami telah mengingatkan bahwa jika ada temuan pelanggaran yang menyangkut kode etik, harus diproses sesuai dengan ketentuan etik. Jika pelanggaran tersebut mengarah kepada tindak pidana, maka perlu diselesaikan dalam ranah hukum yang berlaku," tambahnya. Sampai di sini, Yofrey Piryamta Kebelen yang merupakan Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (P2H) Bawaslu Provinsi Papua, juga menegaskan bahwa netralitas anggota TNI dan Polri sangat penting untuk menjaga kualitas demokrasi di Indonesia. Dia berpendapat bahwa sebagai lembaga negara yang bertanggung jawab dalam menjaga keamanan dan ketertiban, TNI dan Polri harus berada di atas kepentingan politik mana pun. Diketahui sebelumnya, pada tanggal 15 Oktober, telah berlangsung diskusi antara media dan Bawaslu yang membahas pentingnya netralitas TNI/POLRI dalam mendukung keberhasilan Pilkada yang damai di kawasan Papua, dengan acara yang berlangsung di Kota Jayapura. ANTARA