GORONTALO –
**Borneonews - Kabupaten Gorontalo**, Mahasiswa dari Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPM) Akurat yang tergabung dalam Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Negeri Gorontalo (UNG) telah melaksanakan pelatihan bagi masyarakat di Desa Bihe, Kabupaten Gorontalo. Pelatihan ini bertujuan untuk mengajarkan teknik produksi arang briket yang berasal dari limbah tongkol jagung. Ketua Ormawa, Afief Nursyaban K Podomi, menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan ini merupakan bagian dari Program Sekolah Perempuan yang memanfaatkan limbah yang umumnya terbuang tersebut. "Di Desa Bihe, limbah tongkol jagung cukup melimpah dan sayangnya sering dibakar tanpa diolah," ungkapnya. Afief menambahkan bahwa limbah tersebut sebenarnya memiliki potensi ekonomis yang dapat dimanfaatkan jika diolah menjadi arang briket. Dalam pelatihan ini, mereka mengundang seorang narasumber, Budiman, yang merupakan seorang guru di Gorontalo, untuk membagikan pengetahuan dan praktik produksi arang briket kepada peserta. Kegiatan pelatihan terbagi menjadi dua kelas, yakni kelas A yang terdiri dari masyarakat Dusun Bihe dan Liyawao, serta kelas B yang dihadiri oleh warga dari Dusun Daenaa dan Limu. Semua peserta merupakan bagian dari Sekolah Perempuan yang diselenggarakan di desa tersebut. Menurut Afief, dengan mengubah tongkol jagung menjadi arang briket, masyarakat tidak hanya bisa memanfaatkan limbah tersebut, tetapi juga memperoleh tambahan penghasilan dari penjualan produk tersebut. "Istilah lokal untuk arang briket ini adalah bara mati, dan ini bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat," katanya. Salah satu peserta pelatihan, Irawati S Nau, menyatakan bahwa sebelumnya limbah tongkol jagung di desa tidak pernah dimanfaatkan dan hanya dibakar begitu saja. "Kegiatan ini sangat bermanfaat dan memberikan pengetahuan baru bagi kami. Ternyata, tongkol jagung itu bisa diolah dan dijual untuk mendapatkan keuntungan," ujarnya dengan antusias. ANTARA