BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Upaya memajukan perekonomian di Kalteng, tentunya tidak lepas dari peningkatan pengetahuan generasi muda dalam berbagai bidang keilmuan.
Karena menurut Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur yang maju dalam Pilkada Kalteng 2024, Abdul Razak - Sri Suwanto (ASRI) terdapat keterkaitan yang saling dukung mendukung dalam upaya mewujudkan hal ini.
"Guna peningkatan perekonomian, tentunya diawali dengan membangun SDM dengan penyediaan Lembaga Pendidikan unggul dalam bidang Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan, khususnya tanaman sawit. Misalnya membangun SMK Khusus Sawit atau Penambahan Sekolah di Perguruan Tinggi khusus sawit. Selain itu bisa dilakukan penyediaan Pelabuhan dan Pengolahan Hasil SDA misalnya industri Kelapa Sawit," jelas Abdul Razak.
Setelah itu, menurut Abdul Razak, diperlukan adanya pembangunan dari Desa dengan membuka lahan yang cukup untuk wilayah pedesaan untuk usaha pertanian dan Perkebunan, peternakan dan agroindustri lainnya.
"Pastinya sangat diperlukan ketersediaan lahan bagi kegiatan sosial dan keagamaan di desa dan ruang tumbuh bagi masyarakat desa, misalnya penataan ruang dari desa sebagai basis ruang yang tepat sehingga mengurangi konflik keseimbangan pembangunan," jelas Abdul Razak.
Sehingga, lanjut Abdul Razak, diperlukan adanya kepastian lahan desa-desa yang ada di Kalteng.
"Beberapa hal yang bisa dilakukan yaitu dengan mengeluarkan dari kawasan hutan agar desa semakin berkembang dan lahan tempat tumbuh dan tempat usahanya mempunyai legalitas dan mendorong ekonomi di desa. Sehingga lahan di desa yang selama ini terkungkung dengan status kawasan hutan perlu diselesaikan melalui program pemerintah yang dipercepat melalui program TORA," jelas Abdul Razak.
Abdul Razak juga mengatakan, pentingnya masyarakat desa mendapatkan bantuan dalam penyediaan lahan kemitraan inti plasma Perkebunan dengan memberikan legalitas yang diperlukan.
"Ini bertujuan untuk memantabkan Tata Ruang Wilayah, memastikan tata ruang sesuai dengan kondisi Provinsi Kalteng. Sehingga bisa dipastikan lokasi mana untuk pemukiman, pertanian, peternakan, Perkebunan, lahan usha, fasilitas umum dan fasilitas sosial, tranportasi, pertambangan, perikanan, lahan Cadangan pangan, pengembangan wilayah, kawasan hutan produksi, lindung dan konservasi yang lebih memberikan kepastian hukum dan berkeadilan," jelas Abdul Razak.
Menurut Abdul Razak, penyelesaian ketidaksesuaian penataan ruang tersebut diperlukan, karena saat ini sering terjadi dari waktu ke waktu.
"Penyelesaian asset masyarakat dan asset pemerintah daerah akibat ketidaksesuai tata ruang saat ini. Akselerasi penataan ruang untuk semua pihak dengan kondisi aktual di Kalteng," jelas Abdul Razak.









