BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur akan memperbaiki pola peternakan sapi melalui program Sentra Peternakan Rakyat (SPR). Pemerintah akan menangani langsung dengan melibatkan masyarakat atau peternak.

“Selama ini bantuan sapi langsung kita serahkan ke masyarakat atau kelompok peternak. Tapi sekarang kita mencoba pola baru dengan penanganan khusus sehingga terkontrol sistem peternakannya,” kata Kepala Dinas Pertanian Peternakan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (DP3KP) Kotim, I Made Dikantara, Rabu (31/8/2016).

Selama ini, kata Made, pemberian bantuan bibit sapi oleh pemerintah kepada para peternak hanya diberikan begitu saja sesuai permohonan peternak melalui proposal. Ke depan pola tersebut diubah. Pemerintah tidak lagi memberikan begitu saja, tetapi pemerintah langsung mengawasi dan membuatkan kandang.

“Lahannya sudah kami sediakan, kandangnya juga akan disediakan. Jadi sapinya tidak lagi disumbangkan begitu saja melainkan kita melakukan pembibitan secara berkelompok dan ditangani oleh pemerintah. Masyarakat tetap kita libatkan sebagai tenaga kerjanya,” ujar Made.

Selain itu juga pemerintah akan memberikan peluang kepada masyarakat Kotawaringin Timur untuk menitipkan sapinya di kandang tersebut. Tentunya ada kompensasi yakni bagi hasil antara pemilik ternak dengan pemerintah selaku pihak yang merawat ternak yang dititipkan itu.

“Ini adalah salah satu cara bagaimana meningkatkan produksi ternak sapi berbasis bisnis. Kami juga sudah menyusun anggaran untuk pembuatan kandang, sarana, dan prasarana pendukung lain yang dibutuhkan,” katanya.

Pola peternakan yang dilakukan pemerintah daerah dengan menampung sapi masyarakat seperti ini, lanjut Made, adalah yang pertama kali dilakukan di Kalimantan Tengah. Dia optimistis pola yang dilakukan pemerintah Kotim ini akan berhasil karena akan langsung ditangani oleh para dokter hewan yang ada di DP3KP.

Dia menambahkan, lokasi pembibitan dan peternakan yang dilakukan pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur tersebut dipusatkan di Bagendang Kecamatan Mentaya Hilir Utara. Pemerintah sudah menyiapkan lahan 16 hekatar di wilayah itu untuk pengembangan ternak sapi. (RAFIUDIN/m)