BORNEONEWS, Sampit - Menjelang hari Idul Adha, sejumlah pedagang yang menjual sapi dari Madura mendapatkan untung lumayan. Hewan ternak yang mereka datangkan itu menjadi primadona masyarakat di Kotawaringin T'imur untuk menjadi hewan kurban.
Seperti yang dikatakan Samsul Bahri, penjual hewan kurban di Jl Tijilik Riwut, Kecamatan Baamang. Ia mengatakan, sapi dari Madura paling diminati masyarakat. Hal itu dibuktikan dengan penjualan di tempatnya, dari 150 ekor sapi yang didatangkannya, saat ini sudah lakuk 122 ekor.
“Saat ini hanya tinggal 28 ekor sapi saja. Mudah-mudahan akan laku beberapa hri sebelum Idul Kurban berlangsung,” ujar Samsul, Rabu (31/8/2016).
Banyaknya warga yang meminati sapi Madura itu bukan tanpa sebab. Samsul menjelaskan bahwa sapi yang berasal dari pulau garam itu memang berukuran cukup besar dan saat dimasak dagingnya lebih lembut daripada sapi-sapi lainnya.
Sedangkan untuk harganya sangat bervariasi, mulai dari Rp13 juta hingga Rp22 juta. Harga tersebut memang lebih tinggi dibandingkan pada 2015, harga paling rendah seekor sapi Rp11 juta, dan paling tinggi Rp19 juta.
“Tergantung berat badannya. Yang saya jual ini paling kecil seberat 85 kg, dan paling berat 160 kg,” ungkap Samsul.
Tidak hanya sapi yang dijual Samsul, kambing juga tersedia di tempat itu. Tetapi penjualannya tidak seperti sapi. Dari 50 ekor yang dia datangkan, hanya beberapa saja yang laku. Ini terjadi karena banyak warga yang lebih memilih membeli sapi dibanding kambing yang harganya mulai dari Rp2 juta hingga Rp2,3 juta. (M HAMIM/m)








