KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kecamatan Kapuas Barat, menjadi lokasi kegiatan rembug stunting yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinas P3APPKB).

Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Kapuas Barat dan melibatkan berbagai elemen, seperti Camat Kapuas Barat, Riza Fahlevi, Kepala Desa se-Kecamatan Kapuas Barat, Unsur Tripika.

Serta beberapa instansi terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas P3APPKB, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, dan Dinas PUPR Kabupaten Kapuas.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Kepala Puskesmas Kapuas Barat, Tim Penggerak PKK Kecamatan Kapuas Barat, Pendamping Desa dan Lokal Desa, Kader Pembangunan Manusia (KPM), Tim Pendamping Keluarga (TPK), kader posyandu, serta tokoh masyarakat. 

Kehadiran mereka diharapkan dapat mendukung upaya percepatan penurunan angka stunting di Kecamatan Kapuas Barat.

Camat Kapuas Barat, Riza Fahlevi menyampaikan bahwa kegiatan ini berfokus pada pembahasan data dan masalah stunting yang dihadapi di wilayah tersebut. 

"Agenda kali ini mencakup penyampaian data balita dan baduta dengan masalah gizi, serta ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) oleh Kepala Puskesmas Mandomai," katanya, Rabu, 16 Oktober 2024.

Selain itu, juga dipaparkan data keluarga yang berisiko stunting oleh Penyuluh Keluarga Berencana (PKB).

Kegiatan ini juga menghadirkan Technical Assistant dari kabupaten yang memberikan penjelasan terkait pelaksanaan kegiatan dalam percepatan penurunan stunting. 

Diskusi berlangsung mengenai masalah dan kendala yang dihadapi dalam menurunkan angka stunting di tingkat desa dan kecamatan. 

Peserta kemudian menyusun rencana kerja yang terarah untuk mendukung percepatan penurunan stunting.

Salah satu puncak acara adalah penyampaian komitmen dan penandatanganan pernyataan bersama dalam rangka percepatan penurunan stunting di Kecamatan Kapuas Barat. 

"Melalui komitmen ini, diharapkan muncul solusi konkret dan berkelanjutan untuk mengatasi permasalahan stunting yang ada," harapnya. (DODI/j)